Perkembangan Embrio

perkembangan embryo

1. Dalam kandungan BUNDA pada minggu-minggu pertama.
2. Pada awal pertumbuhan masih berbentuk seperti embrio hewan.
3. Terhubung ke kantung vitelino yang memberikan nutrisi yang diperlukan pada minggu-minggu pertama.
4. Setelah 8 minggu kehamilan, kantung vitelino tidak berfungsi. Nutrisi dari BUNDA dipasok melalui tali pusar.
5. Embrio masih tenang berendam di dalam rahim.
6. Minggu ke 16 kehamilan, sudah tumbuh anggota badan sang Bayi, mata masih tertutup, tetapi tangan dan kaki mulai  bergerak-gerak, tetapi mungkin BUNDA belum merasakan pergerakan sang bayi.
7. Minggu ke-24 hanya paru-paru yang belum sempurna, tapi kalau ia lahir pada saat ini, ia akan mempunyai kesempatan untuk hidup. Pada tahap ini lengan dan kaki bergerak-gerak, mata bekedip-kedip dan jari-jarinya disedot-sedot.

8. Ia seperti berhati-hati dengan ruangan sekelilingnya. Tetapi selama ini ia tidur, bahkan mungkin bermimpi. Lengkap 9 bulan atau 40 minggu kehamilan, mahluk yang awalnya satu sel itu telah menjadi mahluk manusia.
9. Dalam sedikit hari lagi paru-paru dan ari-ari akan mengirimkan sinyal bahwa kelahiran si buyung akan tiba. Ia masih tidur dalam kandungan BUNDA. Ia tidak tahu bahwa segera ia akan meningggalkan rumahnya yang damai itu dan mengalami suatu peristiwa dahsyat, awal kehidupannya di dunia luar yang disebut KELAHIRAN.

MEMANG, BUKAN HANYA MENYAKITKAN BUNDA, TETAPI JUGA ITU ADALAH PERISTIWA HEBAT YANG MENGGUNCANGKAN SANG BAYI.

Surah Maryam (Kelahiran Nabi Isa a.s.) 23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” 24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. 25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, 26. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu”.

As Sajdah 8. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. 9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Bersyukur, hanyalah bila menginsafi bahwa kehidupan itu adalah karunia yang besar. Dan tidaklah diajarkan mengenai mengorbankan nyawa secara tidak benar. Sekali lagi HIDUPLAH, KARENA HIDUP ADALAH KARUNIA YANG TAK TERHINGGA.

PERKEMBANGAN MANUSIA
Profesor Moore adalah penulis buku yang berjudul “The Development of Human”. Dia adalah Profesor Emeritus ahli Anatomi dan Sel Biologi Universitas Toronto, Kanada, di mana dia sebagai Ketua Jurusan Basic Sciences, Fakultas Kesehatan, dan selama 8 tahun sebagai Ketua Jurusan Anatomi. Prof. Moore sebelumnya juga mengabdi pada Universitas Winndipeg, Kanada, selama sebelas tahun. Dia mengepalai beberapa Internasional Associations of Anatomist and the Counal of the Union of Biological Science.

Profesor Moore juga terpilih anggota Royal Medical Associations of Canada, the Intemational Academy of Cytology, the Union of
American Anatomist dan the Union of North dan South American Anatomist, dan pada tahun 1984 menerima penghargaan yang
terkenal dalam bidang anatomi di Kanada, JCB Grant Award dari the Canadian Association of Anatomist. Dia menerbitkan beberapa buku di klinik Anatomi dan Embriologi, delapan dari buku ini digunakan sebagai referensi di sekolah medis dan telah diterjemahkan ke dalam enam bahasa.

Ketika kami bertanya kepada Profesor Moore untuk memberikan analisis kepada kami tentang ayat al-Quran dan sabda nabi, maka dia terkejut. Dia heran bagaimana Nabi Muhammad SAW pada 14 abad yang lalu dapat mendeskripsikan embrio dan fase perkembangannya secara detail dan akurat, yang mana para ilmuwan untuk mengetahui hal itu baru tiga puluh tahun terakhir.

Akan tetapi, keterkejutan Profesor Moore itu berkembang begitu cepat menjadi kekaguman terhadap wahyu dan petunjuk ini. Dia memperkenalkan sudut pandang ini secara intelektual dan lingkungan ilmiah. Dia juga memberi sebuah surat pada kesesuaian embriologi modern dengan al-Quran dan Sunnah, di mana dia menyatakan sebagai berikut: “Ini merupakan kesenangan yang besar bagi saya untuk membantu mengklarifikasi pernyataan di dalam al-Quran tentang perkembangan manusia. Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan yang datang kepada Nabi Muhammad pasti dari Allah atau Tuhan sebab hampir semua pengetahuan tidak ditemukan sampai beberapa abad terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. “

Pertimbangan yang terkenal dan dihormati ilmuwan embriologi ini dinyatakan atas pembelajaran ayat al-Quran sesuai dengan disiplinnya. Dan kesimpulannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah. Allah berfirman di dalam al-Quran tentang tingkatan penciptaan manusia:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. ” (QS al-Mukminun : 12-14)

AL ‘ALAQ 1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, 2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (Al ‘Alaq).

Kata alaqah dalam bahasa Arab memiliki tiga arti. Pertama, berarti pacet atau lintah; kedua, berarti sesuatu yang tertutup; dan ketiga, berarti segumpal darah.

Dalam perbandingan lintah air tawar dengan em­brio pada tingkat alaqah, Profesor Moore menemukan persamaan yang besar di antara keduanya. Dia menyimpulkan bahwa embrio selama tingkatan alaqah kenampakannya mirip dengan lintah itu. Profesor Moore menempatkan gambar sisi embrio dengan sisi gambar seekor lintah. Dia memperlihatkan gambar gambar ini kepada para ilmuwan di beberapa konferensi.

Arti kedua dari kata alaqah adalah sesuatu yang tergantung. Hal ini dapat kita lihat dalam penggabungan embrio dengan uterus dalam rahim ibu selarna masa alaqah. Arti ketiga kata alaqah adalah segumpal darah. Hal ini berarti, sebagaimana yang diungkapkan Profesor Moore, bahwa embrio selama selama fase alaqah  melalui kejadian di dalam, seperti formasi darah di dalam pembuluh darah tertutup, sampai putaran metabolisme yang dilengkapi dengan plasenta. Selama fase alaqah, darah ditarik di dalam pembuluh darah tertutup dan itulah mengapa embrio tampak seperti segumpal darah, tampak juga seperti lintah. Kedua deskripsi itu dijelaskan secara menakjubkan dengan kata alaqah di dalam al-Quran.

Bagaimana Nabi Muhammad SAW kemungkinan telah mengetahui darinya. Profesor Moore juga mempelajari embrio saat fase mudghah ( gumpalan seperti zat/ substansi). Dia mengambil lempengan tanah liat yang kasar dan mengunyahnya ke dalam mulut. Kemudian membandingkan lempengan itu dengan sebuah gambar embrio saat fase mudghah. Profesor Moore me­nyimpullkan bahwa embrio saat fase mudghah tampak jelas seperti gumpalan zat. Beberapa majalah di Kanada menerbitkan beberapa pernyataan Profesor Moore.

Lagi pula, dia menjelaskan dalam tiga acara TV di mana dia menyoroti kesesuaian ilmu pengetahuan modern dengan apa yang tersebut di dalam al-Quran selama 1400 tahun. Akibatnya, Profesor Moore ditanya dengan pertanyaan seperti berikut: “Apakah hal ini berarti anda percaya bahwa al-Quran itu firman Allah?” Kemudian beliau menjawab: “Saya tidak menemukan kesulitan dalam penemuan hal ini.” Profesor Moore juga ditanya: “Bagaimana Anda percaya dengan Nabi Muhammad SAW jika Anda masih percaya dengan Yesus Kristus?” Dia menjawab: “Saya percaya keduanya, karena keduanya dari sekolah yang sama.”

Dengan demikian, banyak ilmuwan modern yang ada di dunia sekarang ini datang untuk mengetahui bahwa al-Quran itu adalah pengetahuan yang diturunkan dari Allah.

Sumber-sumber :
No Ventre Materno, Categoria: Outros, Ria Ellwanger, riaellw@globo.com
Bukti Kebenaran Quran / oleh Abdullah M. al-Rehaili. Yogyakarta: Tajidu Press, 2003
e-book dari http://pakdenono.com

6 Tanggapan

  1. Syukron yach bagi-bagi ilmunya…
    kunjungi juga blog qu yaaaa

  2. bu iyeu ryan t

  3. penjelasan nya sangat mudah dmengerti.
    terima kasih banyak.

    • Terima kasih atas komentarnya, mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat…..terutama untuk mengingat kepada Yang Menciptakan kita semua..Allah swt.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: