Ajaran-ajaran Sang Tupai

Saya teringat ketika seorang Boss mengucapkan kata-kata perpisahan sebelum beliau pensiun, bahwa beliau pernah mendapatkan nasehat dari orang-orang tuanya di Sumatera Barat yang mengajarkan bahwa kejatuhan itu ada tiga macam yaitu :

– Jatuh Tapai (tape) : Tape apabila jatuh ke tanah, tidak bermanfaat lagi dan
malahan diinjak-injak orang. Ini suatu contoh kejatuhan seseorang yang paling
buruk.

– Jatuh Patai (pete) : Pete apabila jatuh ke tanah, masih bermanfaat bagi orang,
untuk penyedap lauk-pauk atau bisa langsung dimakan dengan nasi dan sambal.
Ini artinya kejatuhan seseorang tersebut masih ada manfaatnya bagi orang lain.

– Jatuh Tupai (bajing) : Tupai apabila jatuh ke tanah, maka dengan sigap ia akan
naik pohon kembali. Ini adalah suatu contoh kejatuhan manusia yang paling baik.

Memang ada pepatah yang berbeda jauh maknanya yaitu setinggi-tinggi tupai melompat akhirnya akan jatuh juga. Dalam hal ini sang Tupai juga memberi pelajaran kepada kita sebagai manusia agar dalam menjalani hidup ini tidak melampaui batas

Bajing Loncat adalah istilah bagi para pencuri barang-barang yang dimuat diatas truk angkutan barang, gerakan-gerakan para pencuri itu seperti meniru gerakan-gerakan tupai yang nakal meloncat-loncat ke atas dan dari atas truk-truk angkutan barang. Mereka mengambil pelajaran yang buruk dari sang Tupai yang suka mencuri itu.

Tetapi kita hanya akan mengambil pelajaran yang baik dari Abang Tupai. Apabila kita dalam keadaan di bawah, janganlah berputus-asa, naiklah kembali, bangkitlah kembali, walaupun hanya ada sedikit sekali api harapan yang menyala di hati kita, nyala api yang sedikit itu sudah cukup untuk modal perjuangan selanjutnya. Apabila kita tiup terus api harapan yang hampir padam itu dengan do’a kepada Allah dan dengan usaha yang terus menerus, meskipun jatuh lagi berulang-kali, tetapi kita harus selalu berusaha bangkit kembali, mudah-mudahan api harapan yang berkelip-kelip itu akan kemudian membakar semangat perjuangan hidup kita sejadi-jadinya.

Sang Tupai itu sepertinya setiap jatuh, tanpa pikir panjang akan memanjat kembali,
agaknya itu suatu Positive Habit yang harus kita bangun dalam kebiasaan hidup kita,
jangan hanya terpaku menangisi kegagalan-kegagalan yang sudah berlalu. Positive Habit tersebut akan menyibukkan diri kita melupakan kekecewaan maupun kesedihan yang sering merongrong diri kita, disamping itu kegiatan-kegiatan Positive Habit tersebut tidak akan memberikan waktunya kepada kekecewaan, kesedihan dan pikiran-pikiran negatip lainnya untuk menguasai diri kita.

Sang Tupai itu memanjat pepohonan dan meloncat-loncat setiap saat, tampaknya itu untuk memelihara kebugaran, agar kondisi pisiknya selalu siap setiap saat, kalau-kalau ada peluang yang berlalu dihadapannya.

Bravo Abang Tupai.

Satu Tanggapan

  1. Agar ditambah gambar-gambar lainnya, biar rame.
    Ajaran-ajaran lainnya diperbanyak lagi, ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: