Capek itu Bahagia

Saya teringat almarhum bapak saya mengatakan bahwa “Capek itu bahagia”.
Secara selintas tentu rasa capek akan berarti menyebabkan lahir dan batin kita
tidak nyaman, tetapi rupanya ungkapan ini ditujukan kepada hasilnya di saat mendatang.

Di masa sekarang ini rasa capek ini menjadi bisnis besar gaya hidup modern, yaitu
bisnis kebugaran. Pagi-pagi di hari-hari tertentu di kantor-kantor banyak orang yang
mencari rasa capek. Dan banyak juga orang yang bersedia keluar uang banyak untuk
mencari rasa capek itu, sehingga para pelaku bisnis kebugaran juga ikut bahagia.

Capek itu bahagia, coba lihat para petani kecil yang bekerja keras di ladang-ladang,
mungkin banyak yang lebih bahagia dari anda, meskipun makanan yang mereka makan
sangat sederhana dan dalam keadaan serba kekurangan, mereka akan menikmati makan siangnya dengan suka cita.

Capek itu bahagia, setelah anda bekerja seharian lalu pulang dalam keadaan letih
ketika anda bertemu dengan keluarga anda, anda akan bahagia karena adanya harapan
dari hasil kerja anda yang mudah-mudahan akan membuat keluarga anda bahagia.

Capek itu bahagia, mungkin setelah anda habis-habisan bekerja anda akan lelah
lahir dan batin lalu ternyata anda belum beruntung, tetapi anda masih bisa bahagia
karena dalam hal ini anda sudah berusaha dan minimal anda akan mendapatkan
kesehatan yang anda dapat dari bekerja. Bukankah kesehatan adalah modal utama bagi
kita semua. Dokter di kantor saya mengatakan “without health everything is
nothing”, tanpa kesehatan setiap hal menjadi sia-sia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: