Perilaku Perokok

Salah satu Guru Matematika saya di SMA tidak dapat mengajar kalau tidak
merokok, suatu saat beliau tidak membawa rokok, sehingga tanpa malu-malu
meminta rokok kepada tukang kebun sekolah, akhirnya beliau bisa merokok
meskipun hanya merokok tembakau yang digulung dengan kertas papir, dan
beliau kembali mengajar dengan semangat.

Mengenai hasil pengajarannya memang terasa sangat baik bagi kami sebagai muridnya, tetapi secara etika cara mengajar seperti itu tidak mendidik.

Perilaku diatas adalah contoh yang tidak baik bagi kami saat itu sebagai
generasi muda, tetapi kelihatannya masyarakat tidak meributkan perilaku
para perokok seperti itu, padahal meminta-minta adalah perilaku yang benar-
benar merendahkan harga diri.

Proses meminta-minta ini banyak dilakukan para perokok dengan secara
halus maupun secara terang-terangan, atau para perokok saling menawarkan
rokok untuk menutupi perilaku yang tidak baik itu diantara mereka dan
supaya mereka kelihatan gentleman.

Sehingga ada istilah uang rokok untuk menghadiahi orang-orang yang
memberi jasa-jasa tertentu, atau sengaja para perokok itu meminta uang
rokok dengan berbagai cara karena jasa-jasa mereka, ini dapat menimbulkan
pungutan liar diantara para pegawai atau dengan yang dilayaninya.

Cobalah berhenti merokok, anda akan terbebas dari perilaku yang merendahkan
harga diri anda itu, karena yang meminta-minta itu sebenarnya bukan datang
dari jiwa anda, tetapi itu dikarenakan permintaan yang berasal pusat
syaraf anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: