Serviks Mengancam Wanita Perokok

Mereka yang rentan terhadap Serviks adalah wanita perokok dan yang memiliki banyak pasangan seks. Dan ternyata wanita perokok mempunyai risiko dua kali lebih besar dari pada wanita bukan perokok.
Akhir-akhir ini DEPKES RI sering mengumumkan pencegahan dan deteksi dini Serviks (kanker leher rahim, orang biasa menyebut kanker rahim) ini di Media Massa.
Mungkin karena penderita Serviks ini bisa mencapai 20 ribu orang kaum wanita di negara kita. Kanker serviks merupakan kanker terbanyak pada wanita dan menduduki urutan pertama dari sepuluh jenis kanker yang mematikan di Indonesia.
Pemeriksaan diperlukan bila ditemukan ada gejala, karena kanker yang sudah mencapai stadium tiga ke atas akan terjadi pembengkakan di berbagai anggota tubuh, seperti di paha, betis, atau di tangan. Akibatnya bisa lebih fatal, keterlambatan penanganan bisa menyebabkan kematian.
Gejala yang bisa dideteksi, bila ada pendarahan pasca senggama dan keputihan yang tidak khas. Bila terdapat keputihan berlebihan, berbau busuk, dan tidak sembuh-sembuh, sebaiknya disarankan untuk secepatnya memeriksakan diri ke dokter. Sebab, ini merupakan gejala yang lazim dijumpai pada penderita kanker serviks. Pemeriksaan dokter diperlukan, karena tidak semua keputihan pertanda ada kanker. Dengan pemeriksaan itu akan diketahui apakah keputihan abnormal itu kanker atau bukan.
Untuk deteksi dini, perlu dilakukan pap smear pada wanita yang telah aktif secara seksual sedikitnya setahun sekali dengan mengambil getah serviks dari vagina. Pemeriksaan ginekologi dilakukan oleh dokter atau bidan dengan pengambilan sampel apus leher rahim oleh dokter ahli patologi anatomi. Sebaiknya pap smear dilakukan pada hari ke 10 s/d ke 20 dari siklus haid. Tetapi agar dalam 24 jam sebelum pemeriksaan, tidak melakukan hubungan suami-istri.
Pencegahan jauh lebih baik dari pada pengobatan. meskipun tidak mudah melaksanakannya karena masih banyak wanita yang enggan memeriksakan diri ke dokter kandungan, meskipun sudah memiliki berbagai gejala serviks. Padahal wanita yang sehat pun perlu memeriksakan diri agar bisa dideteksi sejak dini.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk pencegahan utama pada penderita serviks yaitu menurunkan faktor risiko. Misalnya, menghentikan kebiasaan merokok, menjauhi asap rokok dan menjauhi perilaku seksual yang mengakibatkan terpapar dengan infeksi human papilloma virus (HPV), yang lebih banyak menyerang kaum wanita.

Makanan bergizi sangat diperlukan untuk pencegahan penyakit ini. Makanan yang baik untuk dikonsumsi adalah caretenoids, vitamin A, retinoids, vitamin C, vitamin E, dan folat. Sayuran hijau tua dan kuning juga baik untuk meningkatkan gizi.
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan gaya hidup yang sehat, dengan berolahraga yang teratur, adalah hal yang penting juga agar pasukan dalam tubuh kita mampu menangkap dan memusnahkan adanya pertumbuhan sel-sel liar dan ganas itu.
Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi, selain dengan menurunkan faktor risiko, nutrisi dan gaya hidup sehat. Vaksinasi HPV dapat dilakukan pada usia muda sebelum aktif melakukan hubungan seksual dan masih dalam tahap pengembangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: