Cara untuk Bahagia

Senja di Pulau Kelapa

Senja di Pulau Kelapa

John Cowper Powys dalam bukunya The Art of Forgetting the Unpleasant :
Rasa aman yang menyenangkan, ketentraman batin yang mendalam, serta hati
yang bahagia akan menyegarkan seluruh syaraf apabila orang asyik berbuat
dalam melaksanakan tugas pekerjaannya.

Seni bergembira dari La Tahzan : Kata banyak orang, kegembiraan merupakan
seni yang dapat dipelajari. Artinya, siapa yang mengetahui cara memperoleh,
merasakan dan menikmati kegembiraan, maka ia akan dapat memanfaatkan
pelbagai kenikmatan dan kemudahan hidup, baik yang ada di depannya maupun
yang masih jauh berada di belakangnya.

Satu hal mendasar yang sangat penting diperhatikan adalah bahwa kegembiraan
itu tidak datang begitu saja. Tapi, harus diusahakan dan dipenuhi segala
sesuatu yang menjadi prasyaratnya. Lebih dari itu, untuk mencapai
kebahagiaan Anda harus menahan diri dari hal-hal yang tak bermanfaat.
Itulah cara menempa jiwa agar senantiasa siap diajak mencari kebahagiaan.

Debra Maria Ruspasaka, motivator dalam terapi penyembuhan, dalam seminar
“Menciptakan Kebahagiaan dengan Diri Sendiri” tahun lalu di Life Tree Spa
di Fatmawati, Jakarta Selatan. Dalam kondisi dimana orang semakin membabi
buta dalam mencari kebahagiaan, maka semakin besar pula perasaan hampanya.
“Orang sibuk bereksplorasi dengan dunia luar, tapi mengabaikan potensi
dirinya sendiri. Padahal ternyata kebahagiaan itu bukan dicari, bukan pula
ditemukan, atau bukan juga didapatkan, melainkan harus diciptakan, yaitu
harus diperbuat oleh diri kita sendiri.

Dari La Tahzan: Keluarlah dari rumah, lalu perhatikan apa yang ada di
sekitar Anda, di depan mata Anda, dan di belakang Anda! Dakilah gunung-
gunung, jamahlah tanah di lembah-lembah, panjatlah batang-batang pepohonan,
reguklah air yang jernih, dan ciumkan hidungmu atas bunga mawar! Pada saat-
saat yang demikian itu, Anda akan menemukan jiwa Anda benar-benar merdeka,
bahagia dan bebas seperti burung yang berkicau melafalkan tasbih di angkasa
kebahagiaan.

Dari La Tahzan: Bila Anda ingin senantiasa bahagia, tuntutlah ilmu, galilah
pengetahuan, dan raihlah pelbagai manfaat, niscaya semua kesedihan,
kepedihan dan kecemasan itu akan sirna.

Irwan Ahmett, penggagas konsep happiness project menyoroti kebahagiaan
paling alami yang ia sebut sebagai hal-hal yang membangkitkan pikiran dan
perasaan positif yang muncul sebagai kontrol diri, selera humor, optimisme,
niat baik, dan energi kreatif. Kebahagiaan sulit ditemukan pada orang yang
tidak kenal kebenaran atas sesuatu yang ia kerjakan. Dia mengutip sebuah
kalimat dari Dalai Lama: “Happiness is not something ready made, it comes
from your own action.” Irwan memaknai kebahagiaan sebagai sebuah media
pengendali hasrat luar biasa yang menggerakkan jutaan orang untuk melakukan
sesuatu yang mustahil sekalipun.

Al Qashash 77. Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari
(kebahagiaan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana
Allah telah berbuat baik, kepadamu.

Dale Carnegie dalam bukunya Stop Worrying and Start Living: Ingatlah satu-
satunya jalan untuk menemukan kebahagiaan bukanlah mengharapkan terima
kasih, tetapi bahagia karena dapat memberi.

Al An’aam 104. Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang
terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu)[xx], maka (manfaatnya)
bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu),
maka kemudharatannya kembali kepadanya.

[xx]. Maksudnya ialah barangsiapa mengetahui kebenaran dan berbuat
amal saleh, serta memperoleh petunjuk, maka dia telah mencapai
PUNCAK KEBAHAGIAAN.

(ayat dan catatan kaki dari Al Quran Digital 2.0 dan Depag RI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: