Perokok di Berbagai Negara

MARS - The Red Planet

MARS - The Red Planet

120 Juta perokok di India sejak November 2008 mulai harus mematuhi
larangan-larangan merokok di tempat-tempat umum. Rokok di India sangat
mahal, satu batang rokok berfilter harganya 2 rupee ( 4000 rupiah).
Apabila semua perokok di India merokok sebatang rokok saja, uang yang
hilang terbakar sejumlah hampir 1/2 triliun.

Padahal rokok-rokok itu kebanyakan adalah rokok-rokok selundupan,
rokok-rokok tiruan atau rokok-rokok palsu. Maka hal itu hanyalah akan
memperkaya para penyelundup dan para penipu, alangkah tidak adilnya
ini dan akhirnya bonus bagi para perokok itu adalah penyakit-penyakit
yang mengancam jiwa mereka.

Menurut WHO di Cina ada 350 juta perokok, dimana kira-kira satu juta
orang diantaranya meninggal setiap tahunnya akibat rokok. Di negara ini
masih sulit menerapkan program anti rokok, malahan sebaliknya pegawai
negeri di suatu propinsi diharuskan merokok rokok lokal, supaya
pendapatan propinsi itu bisa meningkat dari industri-industri rokok
lokal disana.

AS bukan satu-satunya negara yang menyadarkan masyarakatnya akan bahaya
asap rokok. Australia, Selandia Baru, Singapura sudah lebih dahulu
memerangi rokok. Beberapa negara lain seperti Kanada dan Jerman akan
mengikuti jejak AS. Irlandia yang terkenal dengan kebudayaan pub-nya
(merokok sambil meminum minuman ber-alkohol) akan menjadi negara Eropa
pertama yang melarang merokok di pub-pub.

Menurut NSW Health Department setiap tahun sekitar 1,7 juta perokok di
Australia mencoba berhenti merokok dan 180 ribu orang mutlak berhasil
berhenti merokok.

Di Malaysia, merokok menyumbang kepada lebih 10,000 kematian setahun.
Menurut Dr Sallehudin : “Lebih 100,000 perokok dimasukkan ke hospital
kerajaan di seluruh negara akibat sakit jantung, kanser dan penyakit
sekatan pulmonari kronik (COPD) dan lebih penting, negara mengalami
kerugian kira-kira RM20 bilion setahun bagi menanggung kos rawatan
dan kehilangan produktiviti”.

Di Indonesia, data survei Kesehatan Nasional Tahun 2001 menunjukkan
bahwa 54,5% (lima puluh empat koma lima persen) laki-laki dan 1,2%
(satu koma dua persen) perempuan Indonesia berusia lebih dari 10
(sepuluh) tahun, merupakan perokok aktif.

Sekitar 28,3% (dua puluh delapan koma tiga persen) perokok adalah
tergolong dalam sosial ekonomi rendah, dimana mereka membelanjakan
rata-rata 15%-16% (lima belas persen sampai dengan enam belas persen)
dari pendapatan dalam sebulan untuk membeli rokok.

Tingkat kematian akibat kebiasaan merokok di Indonesia telah mencapai
57.000 (lima puluh tujuh ribu) orang setiap tahunnya dan 4.000.000
(empat juta) kematian di dunia setiap tahunnya.

2 Tanggapan

  1. saya bisa jadi pengangguran total kalo pabrik rokok ditutup di indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: