Kekuatan Moral

Yerusalem Kota Suci - Kota Surgawi

Kota Suci - Kota Surgawi

Pada saat itu Kekaisaran Rumawi dan Kekaisaran Persia adalah yang terkuat di dunia, tetapi ternyata orang-orang Arab sanggup menyapu habis mereka dari negeri-negeri jajahan mereka. Mereka dihancurkan dari mulai Irak hingga Azerbaijan dan Armenia yang menjadi negeri-negeri jajahan Persia.
Mereka ditumpas dari mulai Syam (yang mencakup Suriah, Libanon, Yordania dan Palestina) sampai ke Mesir dan Afrika Utara yang menjadi negeri-negeri jajahan Bizantium (Rumawi). Hingga waktu itu, bangsa-bangsa atau para penduduk negeri-negeri itu masih selalu ada dalam ketakutan kepada kedua raksasa itu yang bila sudah berkuasa mereka berlaku zalim dan memaksakan kehendak mereka kepada penduduk negeri-negeri jajahannya.

Bahwa Islam telah memasukkan ke dalam jiwa orang-orang Arab itu kekuatan moral yang amat dahsyat sehingga dapat mendorong mereka untuk melepaskan belenggu asing dari leher mereka, dan melangkah jauh hingga ke perbatasan mereka, dan menghadapi Persia dan Rumawi di dalam wilayah mereka sendiri.
Kekuatan moral itu juga yang telah mendasari kemenangan di segala medan perang, karena kekuatan demikian memang tidak kenal menyerah dan tidak akan sudi menyerah.

Karena adanya kedaulatan dan berdirinya itu atas dasar budi yang tinggi
serta dilandasi oleh peradaban yang sehat. Kalau benar pujian orang atas kebesaran Julius Caesar, Iskandar Agung, Jengis Khan dan Napoleon karena mereka telah membangun imperium-imperium besar, maka kebesaran Umar bin Khattab dengan segala peninggalannya yang sangat berharga itu jauh lebih pantas mendapat pujian.

Sasaran utama Kalifah Umar adalah membebaskan mereka yang masih dalam genggaman kedua penjajah raksasa itu, dan sesudah mereka dibebaskan lalu pemerintahan diserahkan kepada penduduk negeri setempat. Mereka bebas untuk memerintah negerinya sendiri. Umar adalah tokoh pembebasan pertama bangsa-bangsa dari kekuasaan para penjajah.

Di masanya inilah Islam berkembang sampai ke Persia, Asia Barat, Mesir
dan Afrika Utara. Orang bertanya-tanya: Mengapa agama Islam dan bahasa Arab tidak diwajibkan kepada negeri-negeri yang sudah berada di bawah kekuasaannya? Memang banyak tindakan Umar pada mulanya dianggap aneh. Kalifah yang berbudi tinggi itu memberi kebebasan beragama sepenuhnya kepada penduduk negeri. Dia menghendaki adanya kebebasan berdakwah dan membiarkan Muslimin memberikan pelajaran agama kepada penduduk yang masuk Islam. Itu saja sudahlah cukup buat Umar, yang pada masa kekuasaan Persia dan Rumawi hal itu tidak mungkin terjadi. Bahkan sebelum saat pembebasan, pajak yang dibebankan kepada rakyat begitu berat, tetapi kini sudah jauh lebih ringan.

Dia sendiri tampil dan berangkat dengan beberapa ribu anggota pasukan
untuk menghadapi pasukan Persia. Tetapi dalam Perang itu Jisr Abu Ubaid terbunuh dan pasukannya pun mengalami kekalahan berat. Sungguhpun begitu kekalahan ini tidak menggoyahkan semangat Umar. Bahkan kekalahan ini membuatnya makin berani dan mendorongnya akan memimpin sendiri pasukan Muslimin menghadapi pasukan Persia, untuk menghapus aib kekalahan itu.

Beberapa orang bijak kemudian mencegah keinginannya, sebagai gantinya dia mengirim Sa’d bin Abi Waqqas. Sekali ini dalam Perang Qadisiyah Sa’d mendapat kemenangan besar melawan pasukan Persia, yang telah membuka jalan sampai ke pintu ibu kotanya dan kemudian ke seluruh Persia.
Dalam pada itu Abu Ubaidah bin al-Jarrah dan Khalid bin al-Walid mendapat kemenangan di Syam, mereka memukul mundur Heraklius sang penguasa Rumawi, hingga akhirnya Kaisar itu lari kembali ke ibu kota kerajaannya sendiri.

Kedaulatan Islam yang berdirinya telah dirintis oleh Abu Bakr, oleh Umar
diperluas dan berkembang dari perbatasan Cina di timur lalu ke seberang
Sirenaika (Cyrenaica) di barat, dan dari Laut Kaspia di utara hingga ke
Nubia di selatan. Semua unsur ras dan etnik terjalin dan berinteraksi
dengan jati diri bangsa-bangsa itu masing-masing, yang lalu melahirkan
peradaban dunia.

Disarikan dari E-book Umar Bin Khattab
oleh Muhammad Husain Haekal
eBook oleh Nurul Huda Kariem MR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: