Terpaksa Menjadi Khalifah

Kubah As Sakhra (kubah sahara) Yerusalem darimana Nabi Miraj

Kubah As Sakhra (kubah sahara) Yerusalem darimana Nabi Miraj

Pada saat Pilpres di Indonesia sekarang ini izinkan saya membuka sebuah kisah lama yang tertutup oleh debu-debu sejarah.

Pada saat menerima berita pengangkatannya sebagai khalifah, Umar bin Abdul Aziz terguncang-guncang gemetar sambil menangis keras. Para ulama menuntunnya untuk maju keatas mimbar, dan ia pidato terbata-bata ” Aku kembalikan baiat kalian menjadi tanggung jawab kalian, aku tidak ingin menjadi khalifah kalian”.

Orang-orangpun menangis dan menjawab ” Tetapi kami tidak mau jika khalifah itu bukan anda”.

Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz tinggal di lingkungan rumah-rumah orang kebanyakan, berdekatan dengan rumah-rumah orang-orang miskin, para fuqoro, para janda miskin, dan anak-anak yatim piatu.

Khalifah baru itu memanggil istrinya Fatimah, seorang keturunan khalifah, saudara perempuan para khalifah dan kini adalah seorang
istri khalifah alias ibu negara, kemudian ia berkata : ” Wahai Fatimah, tanggung-jawabku adalah suatu wilayah yang dibebaskan oleh Umar bin Al Khattab yang terbentang dari Sind di belahan Timur dan ke Ribath di belahan Barat, dan dari Turkestan di Utara sampai ke Afrika selatan di belahan Selatan. Maka jika engkau menginginkan Allah dan kebahagiaan Akhirat, serahkan emas dan perhiasanmu untuk Baitul Mal, namun jika engkau ingin dunia, maka aku akan menghiasi dirimu dengan segala perhiasan yang indah dan pulanglah ke rumah orang tuamu”.

Tetapi sang Ibu Negara menjawab: ” Tidak, demi Allah. Hidup bagiku
adalah bersamamu, mati bagiku adalah mati bersamamu”. Akhirnya
Umar memasukkan harta kekayaan Fatimah ke dalam kas negara.

Umar menolak ketika diberikan kereta kerajaan dan beberapa ekor
kuda tunggangan. “Keledaiku lebih sesuai bagiku,” katanya. Kemudian
ia menjual semua kendaraan itu dan uangnya untuk kas negara.

Ia juga menanggalkan seluruh pakaiannya yang halus dan mahal
kemudian menggantinya dengan pakaian kasar dan murah. Begitu zuhud
hidup Umar, hingga ia menjauhi segala kenikmatan hidup termasuk
makanan yang lezat-lezat.

Gebrakan pertama yang radikal adalah pencopotan para menteri yang
penghianat yang zalim, yang tidak cakap, yang diangkat semasa
kekhalifahan terdahulu. Ia memanggil mereka agar menghadap dan
kemudian ia berkata : ” Menjauhlah kalian dari diriku, demi Allah kalian tidak akan mendapat jabatan apapun dariku, karena aku jadi saksi ketika kalian mempersembahkan darah kaum muslimin kepada khalifah sebelumku”.

Iapun menulis beberapa surat kepada para ulama di seluruh dunia Islam untuk meminta nasihat dan saran, dan tentu saja merekapun membalas surat-surat tersebut dengan jujur dan berani yang isinya membuat jantung berhenti dan rambut beruban.

suatu saat ia naik keatas mimbar sambil membawa selembar catatan
berisi informasi-informasi penting tentang letak geografis daerah kerajaan. Para Gubernur yang zalim diberdirikan di barisan depan.
Umar merobek-robek dokumen-dokumen kepemilikan tanah orang-orang
yang berasal dari bani Marwan maupun dari bani Umayyah, sambil berkata: “Kalian tidak memiliki rumah-rumah maupun tanah-tanah kaum muslimin”.

Umar menjalani kehidupan sebagaimana kehidupan para tetangganya,
ia hanya mengkonsumsi roti gandum yang dicelup minyak, bahkan
terkadang sarapan pagi dengan segenggam anggur kering. Sehingga
fisiknya semakin lemah ditambah dengan beban mental yang selalu
memegang prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan.

Anak-anak Umar mendapat warisan masing-masing 12 dirham, tetapi
20 tahun kemudian mereka menjadi para ksatria yang dermawan karena
kekayaan mereka. Sebaliknya anak-anak dari khalifah sebelumnya yang mendapat warisan 100.000 dinar, hanyalah menjadi para penerima sedekah di sekitar Mesjid Darus Salam.

Sebagian Khotbah Dr. Aidh Al Qorni, El Thabina Press, Yogya 2007.

2 Tanggapan

  1. alhamdulilah…

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

  2. Pretty cool post. I just stumbled upon your blog and wanted to say
    that I have really liked reading your blog posts. Anyway
    I’ll be subscribing to your blog and I hope you post again soon!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: