Pemimpin Yang Rendah Hati

Pelataran Batu Haram Asysyarif Yerusalem

Pelataran Batu Haram Asysyarif Yerusalem


Hurmuzan adalah seorang penasehat Kisra Persia datang berkunjung, ketika memasuki kota Madinah ia mengenakan mahkota terbuat dari emas berhiaskan batu permata serta berpakaian sutra kebesaran yang indah.

Ia bertanya kepada orang banyak;
– Mana istana khalifah Umar bin Khattab ?
+ Ia tidak mempunyai istana
– Kalau begitu mana rumahnya ?
+ Itulah rumah khalifah, itulah rumah yang terbuat dari tanah
– Mana pengawalnya ?
+ Ia tidak mempunyai pengawal

Hurmuzan mengetuk pintu rumah itu, yang keluar adalah anaknya Umar.
Ia bertanya;
– Dimanakah khalifah ?
+ Carilah di masjid atau di sudut-sudut kota Madinah.

Mereka menuju ke masjid, tetapi mereka tidak menemukannya. Kemudian
mereka mencarinya lagi dan menemukannya sedang tertidur di bawah
sebuah pohon, pedangnya diletakkan disampingnya, dan ia mengenakan
pakaian kumal bertambal. Amirul Mukminin Umar bin Khattab sedang
tidur di tanah dengan nyenyak berbantalkan tangan.

Hurmuzan didalam hatinya pastilah bertanya-tanya;
Inikah penguasa jazirah Arabia itu ?
Inikah sang penakluk yang tak terkalahkan itu ?
Inikah sang pembebas tanah-tanah orang Arab yang terjajah itu?
Inikah yang telah membuat para raja diraja bertekuk lutut ?
Inikah yang telah menggilas kepala para penghianat ?
Inikah yang mengusir Kaisar Rumawi Heraklius dari negeri-negeri
jajahannya ?

Maka lunglailah Hurmuzan karena amat tercengang, dan akhirnya berkata;
Engkau memutuskan hukum dengan penuh keadilan, maka tentu saja engkau dapat tidur nyenyak, wahai Umar Al Faruq.

Dan sayapun ingin berkata kepadanya dari masa kini ke masa itu ;
Engkau benar-benar Seseorang yang memiliki otot, otak, watak dan ahlak.
Engkau memang khalifah berbudi pekerti yang rendah hati, seseorang yang menyadari bahwa dirinya berasal dari ketiadaan dan kefakiran.
Semoga Allah meridoimu.

Hafidz Ibrahim menggubah kisah ini dalam syairnya :

Utusan Kisra itu tekagum-kagum demi melihat Umar
di tengah rakyat tanpa penjagaan
justru sebaliknya Umar-lah yang menjaga mereka

Dan sejarahmu dinukilkan dari generasi ke generasi
Engkau terlindungi karena engkau telah menegakkan
keadilan di antara mereka

Disarikan dari Mutiara Khotbah Dr. Aidh al Qorni, El Thabina Press, Yogyakarta 2007

Satu Tanggapan

  1. Amat mengharukan sekaligus inspiratif. Saya mengagumi Umar Ibn Khattab setelah Rasulullah. Semestinya para pemimpin bangsa ini memetik pelajaran dari sosok Al Faruq tersebut.
    Salam dari tenggara kalimantan, yuk mampir ke http://www.imisuryaputera.co.nr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: