Pengakuan Para Ilmuwan Dunia

Profesor Amstrong bekerja di NASA, yang terkenal sebagai ilmuwan di National Aeronautics and Space Administration. Kami bertemu dengannya dan menanyakannya sejumlah pertanyaan tentang ayat al­Quran yang berkaitan dengan keahliannya dalam bidang astronomi. Kami bertanya tentang besi dan bagaimana pembentukannya? Dia menjelaskan bagaimana semua elemen di bumi ini terbentuk, dia menjelaskan bahwa baru akhir-akhir ini saja para ilmuwan menemukan kenyataan yang relevan tentang proses pembentukan. Dia mengatakan bahwa energi yang awalnya dari sistem matahari tidaklah cukup untuk memproduksi elemen besi. Dalam kalkulasi energi yang dibutuhkan untuk satu bentuk atom besi, telah ditemukan beberapa waktu sebagai energi seluruh sistem matahari. Dengan kata lain, seluruh energi di bumi atau di bulan atau planet Mars atau planet lain tidak cukup untuk membentuk satu atom besi baru, bahkan seluruh energi sistem matahari tidak cukup untuk hal tersebut. Itulah mengapa Profesor Amstrong mengatakan bahwa ilmuwan percaya bahwa besi adalah sebuah ekstraterrestrial yang dikirim ke bumi dan tidak terbentuk di sana. Kami membacakannya ayat al-Quran:

“Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia. ” (QS al-Hadid: 25)

Terbukti sampai sekarang manusia memanfaatkan besi di segala bidang, kebanyakan industri memakai besi sebagai peralatannya, juga semua alat transportasi menggunakan besi sebagai bagian utama bahannya, ataupun pada industri makanan, alat rumah tangga, alat komunikasi, perumahan, bangunan pabrik, bangunan kantor, jembatan dll.

Profesor Yoshihide Kozai mengatakan: “Saya sangat terkesan dengan penemuan kebenaran astronomi di dalam al-Quran.” Prof. Kozai adalah pensiunan Guru Besar di Universitas Tokyo, Hongo, Tokyo, Jepang dan Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo, Jepang. Kami mempresentasikannya sejumlah ayat al-Quran yang menggambarkan awal mula penciptaan langit yang mana ada hubungan antara bumi dengan langit. Setelah mempelajari ayat ini, Profesor Kozai menanyakan kepada kami tentang al-Quran dan waktu ketika al-Quran diturunkan. Kami memberitahukannya bahwa al-Quran diturunkan pada 1400 tahun yang lalu dan kemudian kami menanyakannya tentang fakta yang terdapat pada ayat-ayat ini. Setelah kami menjawab, kami akan menunjukkannya teks al-Quran. Dia menampakkan keterkejutannya lalu mengatakan bahwa al-Quran menggambarkan alam semesta seperti poin tertinggi, segala sesuatu yang telah dilihat secara terang dan jelas. Dialah yang telah mengatakan segala sesuatu yang kita lihat keberadaannya. Inilah poin yang tidak ada yang tidak dapat dilihat.

Kami menanyakannya, apakah poin itu pada saat cakrawala dalam bentuk asap. Beliau menjelaskan bahwa semua tanda dan indikasi itu berkumpul untuk membuktikan bahwa satu poin pada saat seluruh cakrawala itu tidak ada namun sebuah kumpulan asap. Hal ini memperkuat sebuah bukti yang tampak. Para ilmuwan sekarang dapat menyelidiki bintang baru yang terbentuk dari asap itu, yang mana keaslian dari alam semesta kita sebagaimana yang kita lihat.

Gambar ini baru saja diperoleh akhir-akhir ini dengan bantuan pesawat ruang angkasa. Hal ini ditunjukkan dengan salah satu bintang yang terbentuk dari asap. Lihatlah bagian asap bagian luar yang tampak kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas. Dan lihatlah pusat awan dan bagaimana asap yang penuh asap itu kepadatannya yang tinggi menjadi bersinar. Bintang-bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta. Kami menunjukkannya beberapa ayat ayat al­Quran sebagai berikut:

“Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu : Keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati. ” (QS Fushshilat : 11)

Beberapa ilmuwan menggambarkan dukhaan atau asap “yang berkabut”. Akan tetapi Profesor Kozai menjelaskan bahwa kabut tidak cocok dengan penggambaran asap ini, sebab kabut memiliki sifat yang khas, yaitu dingin sedangkan asap kosmis agak panas. Dukhaan pada kenyataannya tersusun dari gas yang tersebar yang mana zat padat itu terselamatkan. Dan inilah penggambaran yang benar dari asap yang timbul di alam semesta sebelum bintang-bintang terbentuk. Profesor Kozai mengatakan bahwa karena asap itu panas, kita tidak dapat menggambarkan asap itu sebagai “kabut”. Dukhaan adalah kata deskriptif yang paling bagus yang dapat digunakan. Dengan cara inilah Profesor Kozai melanjutkan penelitiannya tiap-tiap ayat al-Quran yang kami tunjukkan kepadanya.

Akhirnya kami bertanya kepadanya: “Apa yang Anda pikirkan tentang fenomena ini yang telah Anda lihat, yakni permulaan ilmu pengetahuan untuk menemukan rahasia alam semesta, sedangkan beberapa rahasia ini telah diungkapkan di dalam al-Quran atau Sunnah? Apakah Anda berpikir bahwa al-Quran yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW berasal dari manusia?”

Profesor Kozai menjawab: “Saya katakan, saya sangat terkesan dengan penemuan kenyataan astronomi di dalam al-Quran dan bagi kita, para ahli astronomi, mempelajari hal itu hanya sebagian kecil dari alam semesta. Kita telah menghimpun kekuatan kita untuk memahami sebagian kecil. Sebab, bagian kecil dari langit tanpa berpikir keseluruhan isi alam semesta. Sehingga dengan membaca al-Quran dan menjawab pertanyaan, saya berpikir, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta.”

Profesor Kozai percaya bahwa al-Quran itu tidak mungkin berasal dari manusia. Dia lebih lanjut mengatakan bahwa “Kami para ilmuwan memusatkan studi kita hanya pada area kecil, akan tetapi jika kita membaca al-Quran, kemudian kita akan terlihat gambar yang lebih luas dari alam semesta ini. Para ilmuwan harus melihatnya dalam pandangan yang lebih luas dengan tidak terbatas dan pandangan yang sempit.” Profesor Kozai mengakui hubungannya dengan kosmos, dia sekarang sanggup untuk menetapkan jalannya untuk masa depan. Dia mengatakan dari sekarang dia akan merencanakan riset dengan petunjuk yang meliputi ayat al-Quran dari sudut pandang alam semesta.

Profesor Dorja Rau mengatakan: “Sulit membayangkan bahwa tipe pengetahuan ini telah ada pada 1400 tahun yang lalu. Mungkin ada beberapa hal yang mereka memiliki ide sederhana tetapi untuk menggambarkan hal ini secara detail sangat susah. Sehingga, hal ini tidak didefinisikan ilmu pengetahuan manusia secara sederhana. Beberapa di antara mereka mengatakan bahwa pengetahuan bisa berasal dari luar alam semesta ini. ”

Profesor Amstrong berkata: “Mungkin ada sesuatu di luar pemahaman kita yang sesuai dengan pengalaman manusia biasa untuk menerangkan tulisan yang telah kita lihat. ”

Profesor Dorja Rao berkata: “Dengan demikian, saya pikir informasi itu pasti berasal dari sumber supernatural.”

Sebagian dari mereka mengekspresikan dengan tidak gentar dan menegaskan bahwa pengetahuan ini hanya berasal dari Allah, pencipta alam semesta.

Pertanyaannya: Kemudian Anda pikir dari siapa sumber informasi ini?

Profesor Hay menjawab: “Saya pikir ini pasti dari Tuhan.”

Profesor Kroner : “.. .metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun lalu. ”

Profesor Marshal Johnson: “Saya tidak menemukan perbedaan di sini dengan konsep yang berkaitan dengan ketuhanan yang terlibat di dalam apa yang telah ditulis.”

Profesor Shroeder: “Sebenarnya, ilmuwan sekarang menemukan apa yang telah dikatakan sebelumnya: ”

Profesor Persaud: “Tidak ada kesulitan dalam pikiran saya mengenai wahyu yang hebat atau yang diturunkan kepadanya dengan pernyataan­pernyataan ini. ”

Sebagian dari mereka menyimpulkan pernyataan mereka sebagai berikut :

Profesor Keith Moore: “Telah jelas bagi saya bahwa pernyataan ini pasti berasal dari Allah melalui Muhammad, sebab hampir seluruh pengetahuan ini tldak ditemukan sampai beberapa abad setelahnya. Hal ini membuktikan kepada saya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. ”

Sebagian dari mereka mengucapkan shahadat dan memeluk Islam.

Profesor Tejasen: “Saya pikir inilah saatnya mengucapkan “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.”

Tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah keajaiban abadi yang kita miliki. Sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran:

“Katakanlah: “Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?” Katakanlah: “Allah. ” Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai al-Quran (kepadanya). ” (QS al-An’am : 19)

Dengan demikian, siapapun yang telah diberi informasi tentang al-Quran ini mengemban kesaksian dan peringatan. Sifat dasar kesaksian ini tiap-tiap ayat dalam kitab Allah berisi penegasan secara ilmiah. Setiap ayat berisi pengetahuan ketuhanan. Setiap abad, kaum cendekiawan membuat kemajuan baru pada bidang mereka yang bermacam-macam.

Para ilmuwan dibawah ini telah membahas ayat-ayat al Qur’an dan Hadis yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing.

“Agama dapat menjadi petunjuk yang berhasil untuk pencarian ilmu pengetahuan. Dan agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama. Kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjuk­kan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid. AI-Quran yang berasal dari Allah mendukung ilmu pengetahuan.
– Prof. Dr. Joe Leigh Simpson
Ketua Jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan
Prof. Molecular dan Genetika Manusia,
Baylor College Medicine, Houston,
Amerika Serikat.

“Nabi Muhammad SAW sebagai buku ilmu pengetahuan dari Allah. ”
– Prof. Marshall Johnson
Guru Besar ilmu Anatomi dan Perkembangan Biologi,
Universitas Thomas Jefferson,
Philadelphia, Pennsylvania,
Amerika Serikat.

“Al-Quran adalah sebuah kitab, petunjuk, kebenaran, bukti,” dan kebenaran yang abadi bagi kita sampai akhir zaman. ”
– Prof. TVN Persaud
Ahli anatomi, ahli kesehatan anak-anak,
dan ahli ginekologi kebidanan dan ilmu reproduksi
di Universitas Manitoba, Winnipeg, Menitoba,
Kanada.

“Semua yang tertulis di dalam al-Quran pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. ”
– Prof. Tejatat Tejasen
Ketua Jurusan Anatomi Universitas Thailand,
Chiang Mai

“…metode ilmiah modern sekarang membuktikan apa yang telah dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. AI-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. ”
– Prof. Alfred Kroner
Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences,
Universitas Johannnes Gutterburg, Maintz,
Jerman.

“AI-Quran adalah kitab yang menakjubkan yang menggambarkan masa lalu, sekarang, dan masa depan. ”
– Prof. Palmer
Ahli Geologi ternama
Amerika Serikat.

“llmuwan itu sebenarnya hanya menegaskan apa yang telah tertulis di dalam al-Quran beberapa tahun yang lalu. Para ilmuwan sekarang hanya menemukan apa yang telah tersebut di dalam al-Quran sejak 1400 tahun yang lalu.”
– Prof. Shroeder
Ilmuwan kelautan dari
Jerman

“Dengan membaca al-Quran, saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta,”
– Prof. Yoshihide Kozai
Guru Besar Universitas Tokyo dan
Direktur The National Astronomical Observatory, Mikata, Tokyo,
Jepang

Kebenaran itu datangnya dari Allah sebagaimana firmannya di dalam al-Quran:
“Dan orang-orang yang diberi ilmu (Ahli Kitab) berpendapat bahwa wahyu yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itulah yang benar dan menyuruh (manusia) kepada jalan Tuhan Yang Maha Perkara lagi Maha Terpuji. ” (QS Saba’: 6)

Disarikan dari Bukti Kebenaran Quran / oleh Abdullah M. al-Rehaili. – Yogyakarta: Tajidu Press, 2003
e-book gratis download di http://pakdenono.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: