Api Harapan

Ajakan ini diteriakkan lima periode sehari

Ajakan ini diteriakkan lima periode sehari

Anak yatim piatu sebatang-kara itu membakar lima batang kayu untuk menghangatkan diri dan untuk menerangi bagian dalam gua yang seram di kegelapan malam itu. Setelah kayu-kayu itu menyala anak itu segera tertidur, didalam mimpinya anak itu mendengarkan percakapan kelima batang kayu yang terbakar itu.

Api kayu pertama berkata  : Aku adalah api kasih sayang, tetapi manusia tidak memerlukan aku lagi maka aku akan padam.
Api kayu kedua berkata    : Aku adalah api keadilan, tetapi manusia tidak memerlukan aku lagi maka aku akan padam.
Api kayu ketiga berkata   : Aku adalah api kebenaran, tetapi manusia tidak memerlukan aku lagi maka aku akan padam.
Api kayu keempat berkata  : Aku adalah api keimanan, tetapi manusia tidak memerlukan aku lagi maka aku akan padam.

An Nisaa’
135. Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya.  Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.

Maryam
96. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.

Anak itu berteriak dalam mimpinya : Kalian jangan padam, aku akan kedinginan dan aku takut berada dalam kegelapan.
Api batang kayu kelima berkata : Aku adalah api harapan, aku masih dibutuhkan oleh kamu, maka aku tidak akan padam.

Keempat batang kayu lainnya kembali menyala, karena terbakar oleh api harapan anak yatim yang tertidur lelap dalam mimpinya itu. Anak yatim piatu yang tidak memiliki apa-apa itu, ternyata masih memiliki secercah harapan yang nyalanya dapat  mengobarkan kembali semangat hidup di dadanya. Masihkah ada harapan itu di hati kita, tentu harus ada dan harus kita jaga

biarpun hanya suatu kerlipan bara kecil yang hampir padam itu saja, tetapi jagalah itu dan agar tetap dijaga dengan do’a,  karena nyalanya akan kembali menyalakan semua unsur semangat kehidupan.

Al A’raaf
56. … dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

15. Al Hijr
55. Mereka (para malaikat) menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa” 56. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat.”

Kita harus menekankan agar tidak memikirkan cobaan masa lalu, sebagaimana anak yatim itu yang sedang mencoba membuka lembaran barunya dengan menumbuhkan harapan, dan menekankan agar hati tidak gelisah atau guncang menghadapi masa depan, padahal tentu yang dibayangkannya ia akan menghadapi kemiskinan dan kekhawatiran akan bayang-bayang masa depan yang buruk. Tetapi dengan keimanannya ia sudah mengetahui, bahwa segala peristiwa di masa datang, baik itu keberuntungan atau keburukan, kesenangan atau derita, adalah tidak dapat diketahui, dan bahwasanya semua itu ada di tangan Allah yang maha perkasa lagi Maha Bijak.

Sedang di tangan seorang hamba tiada lain adalah usaha meraih keberuntungan dan menangkis keburukan di masa datang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: