Desain Kehidupan

telor ayam menetas
Kita dapat melihat bagaimana anak ayam itu mematuk-matuk cangkang telur hingga dapat keluar dan hidup di alam bebas. Bahwa pembentukan kehidupan seperti itu menurut teori Evolusi adalah awalnya terjadi secara kebetulan. Mari kita terima saja bahwa bermilyar-milyar tahun yang lalu suatu mahluk hidup bersel satu telah terbentuk dengan dilengkapi dengan semua kebutuhan yang diperlukan untuk hidup.

Andaikan sel ini telah hidup untuk seketika dari seonggok bahan-bahan kimia alami yang ada di bumi, ia kemudian pasti akan mati dan selepas kematiannya tidak akan ada kelanjutan apapun dan semuanya terpaksa akan mulai lagi dari awal. Ini karena sel awal ini tidak mengandung suatu informasi genetika untuk mempertahankan kehidupannya. Semisal anak ayam yang tidak memperoleh informasi (secara naluriah) bagaimana ia bisa keluar hidup-hidup dari telur itu.

Sistem genetika tidak hanya mengandung Informasi DNA. Perkara berikut juga perlu terwujud dalam lingkungan yang sama: enzim-enzim untuk membaca kode-kode DNA, utusan RNA untuk dibentuk selepas membaca kode-kode ini, sebuah ribosome di mana utusan RNA akan terbentuk mengikuti kode ini dan bersedia untuk menjadi pengeluaran, pengangkut RNA untuk memindahkan asid amino ke ribosome bagi digunakan semasa proses pengeluaran, dan enzim-enzim yang kompleks untuk melakukan berbagai proses perantaraan.

Sebuah lingkungan hidup seperti ini, tidak dapat terwujud di tempat lain tetapi hanya di dalam lingkungan yang terlindungi dan terkawal sepenuhnya seperti sel, di mana semua sumber bahan-bahan dan sumber tenaga yang diperlukan ada terwujud. Hasilnya, bahan organik hanya dapat menghasilkan-sendiri Ribosome Ð suatu kelas protein yang terdapat di dalam sitoplasma sel tumbuhan dan haiwan, ia bergabung dengan asid ribonucleic di dalam transmisi karakter-karakter gen.

Sekiranya ia muncul sebagai sebuah sel yang terbentuk lengkap dengan semua organ-organnya dan di dalam lingkungannya yang sesuai di mana ia selamat, dapat bertukar bahan, dan mendapat tenaga dari sekitarannya. Ini berarti, sel pertama di bumi terbentuk “keseluruhannya secara mendadak” dengan strukturnya yang kompleks. Oleh karena itu, sekiranya sebuah struktur kompleks telah muncul secara mendadak, apakah artinya peristiwa tersebut?.

Struktur DNA bukan suatu proses yang tidak disengaja, struktur DNA pada satu sel manusia berisi informasi seluruh esiclopedi yang ada yang terdiri dari 900 jilid. Para ahli yang menangani proyek gen manusia menyatakan : apa yang sungguh mengejutkan adalah ARSITEKTUR KEHIDUPAN. Sistimnya sungguh sangat kompleks. Seolah ini telah dirancang . Terdapat kecerdasan mahahebat disana. (San Fransisco Chronicle 19 Feb 2001) Keterkejutan ini mengguncang seluruh dunia ilmu pengetahuan.

Para ilmuwan memandang dengan takjub kepada ketidakabsahan filsafat materialisme yang sejak lama diajarkan kepada mereka, dan sebagian mereka menyatakan sebagaimana Prof bidang kimia Michael J. Behe dari Amerika Serikat membuat buku Darwin’s Black Box, New York Free Press 1996. Hasil kerja keras gabungan untuk meneliti sel untuk meneliti kehidupan di tingkat molekul adalah teriakan lantang, jelas, dan nyaring “Design”.

Hasil ini sedemikian jelas dan penting sehingga patut digolongkan sebagai suatu pencapaian terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan. Namun tidak ada sambutan meriah, tidak ada tangan yang bertepuk. Mengapa masyarakat ilmiah tidak menyambut penemuan mengejutkan ini dengan penuh kegirangan?, yang menjadi masalah adalah ketika satu sisi (penemuan) ini diberi nama Disain Cerdas, maka sisi yang lain harus diberi nama TUHAN.

Mari kita pecahkan persoalan ini dengan sebuah contoh. Mari kita samakan sel ini dengan sebuah MOBIL berteknologi tinggi dari segi keterperinciannya. (Sebenarnya, sel mempunyai sistem yang jauh lebih kompleks dan maju daripada sebuah mobil dengan mesin dan segala peralatannya yang canggih). Saya akan bertanya: Apa yang akan anda fikirkan sekiranya anda tersesat jauh ke dalam sebuah hutan rimba yang lebat dan menemui sebuah mobil model terkini di celah-celah pepohonan? Adakah kita akan beranggapan bahwa bahan-bahan yang berbagai-bagai di dalam hutan ini telah berkelompok dengan sendirinya secara kebetulan selama bermilyar-milyar tahun dan membentuk sebuah kendaraan seperti ini? Semua bahan bahan yang membentuk mobil tersebut terdiri daripada besi, plastik, karet, bahan bakar, pelumas atau apapun namanya, tetapi apakah fakta ini akan menyebabkan anda berfikir bahwa semua bahan-bahan ini telah tersintesis “secara kebetulan” dan kemudian telah bergabung, lalu membentuk sebuah mobil?.

Tanpa ragu-ragu, seorang yang berfikiran waras akan tahu bahwa mobil tersebut adalah hasil daripada rekaan yang terancang, yaitu buatan sebuah pabrik, dan orangpun akan tertanya-tanya mengapa ia berada di sini, di tengah sebuah hutan seperti ini. Pembentukan mendadak sebuah struktur kompleks di dalam bentuk yang kompleks, menunjukkan bahwa ia telah diciptakan oleh suatu agen yang terancang. Sebuah sistem yang kompleks seperti sel pasti telah diciptakan oleh suatu kehendak dan kebijaksanaan yang maha tinggi. Dengan kata lain, kewujudannya adalah hasil ciptaan Allah.

Dengan hanya mempercayai bahwa hanya dengan kebetulan semata-mata dapat menghasilkan ciptaan-ciptaan yang sempurna, evolusionis sebenarnya telah menyimpang daripada hukum sebab akibat dan hukum-hukum ilmu pengetahuan. Seorang ahli zoologi yang berterus terang di dalam isu ini, Pierre Grasse, mantan Presiden France Academy of Science. Grasse adalah seorang Materialis, tetapi beliau mengakui teori Darwinis tidak dapat menjelaskan kehidupan dan dia memberikan jawaban terhadap logika “kebetulan”, yang menjadi tulang punggung teori  Darwinis:

Peluang kemunculan mutasi yang menjadikan hewan dan tumbuhan mendapatkan keperluan mereka, adalah amat sukar untuk dipercayai. Tetapi pengikut-pengikut teori Darwin telah mendakwa lebih dari itu: Suatu tumbuhan, seekor binatang bergantung kepada beribu ribu nasib baik, peristiwa yang sesuai. Oleh itu, keajaiban memainkan peranan: peristiwa dengan kemungkinan yang sangat kecilpun tidak akan gagal untuk berlaku…

Grasse merumuskan makna konsep “kebetulan” kepada evolusionis: “… peluang menjadi suatu serba mungkin, di mana, ia tidak disebutkan di bawah kulit ateisme, tetapi secara rahasia ia disembah.” Secara logikanya, kegagalan evolusionis ini adalah hasil daripada konsep kebetulan mereka yang telah termaktub di dalam al-Quran, bahwa mereka yang menyembah selain daripada Allah tidak dapat memahami;

Al A’raaf 179. Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

“Bukankah tidak ada salahnya jika Allah menciptakan semua makhluk hidup melalui proses evolusi dari bentuk yang satu ke bentuk yang lain; apa salahnya menolak hal ini?” Akan tetapi, sebenarnya terdapat hal yang sangat mendasar yang telah diabaikan: perbedaan mendasar antara para pendukung evolusi (=evolusionis) dan pendukung penciptaan (=kreasionis) bukanlah terletak pada pertanyaan apakah “makhluk hidup muncul masing-masing secara terpisah atau melalui proses evolusi dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Pertanyaan yang pokok adalah “apakah makhluk hidup muncul menjadi ada dengan sendirinya secara kebetulan akibat rentetan peristiwa alam, atau apakah makhluk hidup tersebut diciptakan secara sengaja?”

Teori evolusi, sebagaimana yang diketahui, mengklaim bahwa senyawa-senyawa kimia non organik dengan sendirinya datang bersama-sama pada suatu tempat dan waktu secara kebetulan dan sebagai akibat dari fenomena alam yang terjadi secara acak. Mula-mula senyawa-senyawa ini membentuk molekul pembentuk kehidupan, seterusnya terjadi rentetan peristiwa yang pada akhirnya membentuk kehidupan. Oleh sebab itu, pada intinya anggapan ini menerima waktu, materi tak hidup dan unsur kebetulan sebagai kekuatan yang memiliki daya cipta. Orang biasa yang sempat membaca dan mengerti literatur teori evolusi, paham bahwa inilah yang menjadi dasar klaim kaum evolusionis. Tidak mengherankan jika Pierre Paul Grassé, seorang ilmuwan evolusionis, mengakui evolusi sebagai teori yang tidak masuk akal. Dia mengatakan apa arti dari konsep “kebetulan” bagi para evolusionis:

“…'[Konsep] kebetulan’ seolah telah menjadi sumber keyakinan [yang sangat dipercayai] di bawah kedok ateisme. Konsep yang tidak diberi nama ini secara diam-diam telah disembah.”

(Pierre Paul Grassé, Evolution of Living Organisms, New York, Academic Press, 1977, p.107)

Al Hajj 73. Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatupadu menciptakannya.

Al Baqarah 26. Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,

Referensi:
1. Pierre Paul Grassé, Evolution of Living Organisms, New York, Academic Press, 1977, p.107
2. Harun Yahya, Blunders of Evolutionists, Turkey, Vural Publishing
3. Mark Czarnecki, “The Revival of the Creationist Crusade”, MacLean’s, 19 January 1981, p. 56
4. Harun Yahya, Evolution Deceit, oleh Rohidzir Rais, Persekutuan Melayu Republik Arab Mesir.
5. download di http://prayoga.net dan di http://pakdenono.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: