Psikologi Berhenti Merokok VII

kerangkeng sang rokokMengkondisikan Mental
Banyak digambarkan bahwa rokok adalah benda yang luar biasa ….. atau mungkin ini hanyalah cara-cara pabrik-pabrik rokok besar dalam mempromosikan seluruh konsepnya kepada kita. Ketika kita masih kanak-kanak, kita terbiasa melihat orang-orang dewasa di sekitar kita merokok (inilah yang menjadi alasan pertama 90% dari kita mulai merokok) ….. namun ketika kita meminta rokok, mereka menolak dan mengatakan bahwa merokok itu berbahaya, dan katanya rasanya yang hebat itulah yang akan membunuh kita.
Dan ketika itu orang-orang dewasa memberitahukan kita dengan secara meyakinkan (atau agar mereka sendiri juga yakin), mungkin agar mereka berhasil menempatkan diri sebagai orang tua yang dipercaya.
Dan, tentu saja anak-anak kecil yang kebingungan dan tidak tahu apa yang harus mereka percayai: “Apa yang dia katakan itu tentu tidak benar. Jika merokok itu berbahaya, mengapa dia masih merokok dan mengapa ada ratusan orang lain melakukannya, dan tampaknya mereka adalah orang-orang waras.”

Sehingga anak-anak, tanpa disadari tiba ke satu-satunya kesimpulan logis: “Jika merokok itu mengerikan tetapi orang-orang masih ingin melakukannya – atau mungkin sebaliknya mereka merasa ngeri jika mereka harus berhenti merokok – maka tentu harus ada sesuatu yang benar-benar menyenangkan ketika merokok”. Tentu saja sebagai anak-anak, kita tidak menyadari bahwa para perokok ada dalam situasi ketagihan nikotin. Mereka juga telah tercuci otaknya dan menjadi percaya bahwa jika mereka harus mencoba untuk berhenti merokok, mereka akan menghadapi gejala-gejala fisik kekurangan nikotin. Sebagai anak-anak, kita tidak menyadari apa efek bawah sadar yang kuat pada kepercayaan di dalam diri kita itu.

KEPERCAYAAN di lubuk hati
Dan maka, kepercayaan yang tumbuh di dalam diri mereka, paling tidak, bahwa rokok pasti berisi beberapa daya tarik magis tersembunyi: pasti ada beberapa kegembiraan atau kesenangan tersembunyi dalam diri ketika merokok. Itulah sebabnya mengapa orang-orang akan terus saja melakukannya, meskipun itu akan membunuh diri mereka sendiri?.

Batang-batang pembunuh
Dan kemudian ketika kita tumbuh dewasa dan benar-benar merokok pertama kalinya, kita menjadi lebih bingung. Kita tidak mendapatkan apa-apa yang menyenangkan dari semua pengalaman itu, karena sebenarnya rasanya sangat tidak enak, tetapi pada hari berikutnya, kita akan melanjutkan percobaan itu.

Mengapa?
Karena otak kita tercuci oleh pengaruh lingkungan, bahwa merokok adalah menyenangkan. Kita beralasan: “Mungkin sekarang belum terasa enak, tetapi saya percaya besok atau lusa pasti akan terasa enak”. Dan seterusnya kita terus melakukannya…… dan tentu saja, tanpa diketahui diri kita telah menjadi ketagihan merokok. Kita tidak menyadarinya pada mulanya – tetapi jika kita mencoba untuk berhenti karena alasan apapun, kita tiba-tiba terkejut untuk menemukan bahwa berhenti merokok tidak semudah yang kita bayangkan.

Dan kemudian seperti yang kita coba cari tahu mengapa hal ini terjadi, kita malah lebih mudah percaya terhadap kepercayaan masyarakat yang mendalam tentang merokok.

Kita diberitahu oleh setiap orang, bahkan oleh orang-orang yang tidak pernah merokok (bagaimana mereka bisa tahu!) Tentang bagaimana anda akan kesulitan menghentikan kebiasaan merokok dan bahwa anda akan harus menderita, jika anda ingin menghentikannya. Bahkan, sebagian besar dari kita tidak tahu dari mana kekuatan luar biasa dari pengkondisian mental kita itu.

IDE KUNCI

Kebanyakan kita tidak tahu dari mana kekuatan luar biasa dan pengkondisian mental yang begitu licin atas diri kita itu.
Kenyataannya, dalam berhenti merokok, jika kita semua harus berurusan dengan adiksi kimia, maka prosesnya memang akan mudah.
Kita hanya perlu satu hari untuk berhenti merokok.

Kita tidak akan takut pada apapun tentang physical withdrawal symptoms karena kita telah menemukan cara alamiah, bahwa itu hanyalah perasaan kosong, perasaan gelisah yang akan segera berlalu. Tetapi kita tahu bahwa hal tidak seperti itu, ada kekuatan lainnya dan energi yang timbul yang membuat kita selalu ingin merokok.

Hasrat kita akan Nikotin terus bekerja.
Ia tahu ia terlalu lemah mempengaruhi agar perokok tetap merokok, sehingga ia menyertakan bantuan dan kerjasama suatu kekuatan yang lebih besar yaitu pengkondisian mental, atau kepercayaan-kepercayaan lama kita yang mempersiapkan serangkaian gambaran dan keinginan yang membuat kita tetap ingin merokok. Inilah mental conditioning yang tanpa sadar telah kita hayati tentang merokok. Jangan menganggap ini sebagai suatu yang “tidak nyata” atau tidak terlalu penting.

Walaupun mental conditioning hanya sejumlah pemikiran yang diproses dalam pikiran anda tentang merokok, pemikiran dan kepercayaan ini adalah faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan anda untuk berhenti merokok dan anda benar-benar akan menikmati prosesnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: