Matahari dan Bulan

bulan dan bumi

Matahari adalah sebuah reaktor nuklir  sebagai sumber cahaya dan sumber panas bagi bumi. Jumlah radiasi matahari yang mencapai bumi dan menghangatkan bumi yang berada di ruang angkasa yang dingin adalah dua per satu miliar dari total jumlah radiasi. Porsi radiasi yang sangat kecil ini sudah dapat menyebabkan kebakaran hutan di berbagai belahan dunia akhir-akhir ini, maka dapat dibayangkan akibatnya apabila ada perubahan angka sedikit saja dari radiasi matahari yang mencapai bumi.

Bulan bukan merupakan sumber panas ataupun sumber cahaya seperti matahari. Perbedaan antara matahari dan bulan ditemukan dalam deskripsi Al Qur’an, yakni, cahaya matahari dinyatakan oleh kata Bahasa Arab “ziya” (sinar) dan bulan yang terang dinyatakan oleh kata “nur” (cahaya ). Perkataan “ziya” memiliki arti konotasi radiasi dari cahaya dan panas, sementara “nur” tidak memiliki konotasi seperti itu.

Yunus 5. Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak[***]. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
[***]. Maksudnya: Allah menjadikan semua yang disebutkan itu bukanlah dengan percuma, melainkan dengan penuh hikmah.

Atribut lainnya dari matahari dalam Qur’an adalah kata kiasan seperti “siraj” (pelita/obor) atau “wahhaj” (lampu). Kedua kata-kata “siraj” dan “wahhaj” bermakna memancarkan cahaya dan panas melalui api pembakaran. Kenyataan bahwa atribut tersebut tidak digunakan untuk cahaya bulan menunjukkan bagaimana kesempurnaan gaya deskripsi Al Qur’an itu sendiri.

Nuh 16. Dan Allah menciptakan padanya bulan sebagai cahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita.

Berkah Matahari

Energi yang dihasilkan oleh matahari hanya dalam waktu satu detik adalah sama dengan jumlah energi tiga miliar stasiun-statiun tenaga listrik di bumi dalam setahun. Dunia hanya menerima dua per satu miliar bagian dari keseluruhan dari radiasi matahari. Sedikit penurunan jumlah ini akan menyebabkan bumi menjadi tempat yang tidak lagi dapat dihuni oleh manusia, karena bumi akan menjadi seperti ketika pada zaman es.

Jarak dari bumi kita ke matahari, besarnya ukuran matahari, dan jumlah energi dari reaksi matahari adalah semuanya bagian dari perhitungan yang sangat cermat bagi adanya kehidupan di bumi. Sedikit saja perubahan dalam angka-angka itu akan membuat kehidupan di bumi menjadi sesuatu yang mustahil.

Rekayasa penciptaan dan kelestarian dari angka-angka yang sangat kritis ini adalah sarat mutlak dari adanya kelangsungan kehidupan di bumi kita.

Matahari sendiri berputar pada porosnya sementara ia bergerak ke arah tujuan tertentu; Bumi, di sisi lain, memiliki berbagai pergerakan; ia sendiri berputar pada porosnya, mengelilingi matahari, yang tergantung pada itu, dan sangat dipengaruhi oleh bulan. Dalam semua pergerakannya yang cepat, bumi kita merubah waktu sesuai dengan posisinya di dalam tata surya dan galaxi. Tidak ada suatu pergerakanpun yang akan mempengaruhi posisi kita dalam kaitannya dengan posisi matahari dan tidak pula akan mengakhiri kehidupan kita di bumi.

Hidup memerlukan molekul-molekul berbasis Karbon. Ini hanya dihasilkan antara -20 derajat Celcius dan 120 derajat Celsius. Kisaran suhu yang luas di jagat raya, panas pada bintang-bintang mencapai jutaan derajat dan jatuh turun mencapai -273,15 derajat Celcius. Batas-batas ideal menengah untuk pembentukan molekul-molekul berbasis karbon hanya tipis saja, satu per seratus ribu dari perbedaan panas yang ada. Pernahkah bumi gagal untuk melestarikan panas yang ada dan keluar dari batas-batas yang akan menjadi akhir bagi kehidupan kita. Tetapi Pencipta kita adalah selalu sadar akan segala kebutuhan kita yang sebenarnya dan Dia adalah yang Maha Mengatur di alam ini.

Ar Ra’d 2. Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (ciptaan-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan(mu) dengan Tuhanmu.

Matahari, sekitar 150 juta kilometer jaraknya dari kita, inilah yang  menyebabkan kehidupan di bumi menjadi mungkin. Suhu di pusat matahari adalah 15 juta derajat Celsius, suhu permukaannya enam ribu derajat Celsius. Pada permukaan bola gas pijar ini tidak dapat terbayangkan adanya suatu kehidupan. Tetapi pada jarak yang masuk akal bagi kehidupan kita, bumi adalah sebagai planet yang cukup dekat dan sebagai sumber kehidupan.

An Nahl 12. Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya), 

Terjemaahan langsung dari Quranic Research Group.

Satu Tanggapan

  1. Semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari
    mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Dalam sebuah diskusi rutin saya bertanya kepada Ki Mandalajati Niskala:
    “Ki, berapa panas di bagian Inti Matahari”?
    Mandalajati Niskala menjawab: “SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Saya jadi penasaran khawatir Ki Mandalajati Niskala salah
    mendengar pertanyaan sehingga salah memberikan jawaban.
    Saya mengulang pertanyaan:
    “KI, BERAPA PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII”?
    Beliau serentak menjawab:
    “PANAS DI BAGIAN INTI MATAHARIIIIIIII
    ADALAAAAH SEDINGIIIIIN AIIIIR PEGUNUNGAAAAAAN”.
    Beliau menambahkan:
    “KALAU TIDAK PERCAYAAAAA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRIIIII”.
    Saya kaget: “WOOOOOOOOOW MANDALAJATI NISKALA GILAAAAAAA……!”
    Beliau mengatakan bahwa kulit Matahari memang sangat panas,
    tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak
    pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA
    YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS,
    SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT
    IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN,
    YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI
    PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT.
    Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen
    dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari
    TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.
    Mandalajati Niskala menegaskan:
    “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS
    INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.
    Begitu kata Mandalajati Niskala.
    Memang mandalajati Niskala ORANG GILA KALIIIIII…..!!!
    TEORI YANG SUDAH MAPAN AMBRUK DIANTITESIS.

    Filsuf Sunda Mandalajati Niskala dalam banyak dialog
    sering mengungkap rahasia ke~Jagatraya~an.
    Beliau banyak melontarkan hipotesa,
    bahkan sering menyatakan antitesis yang sangat fenomenal
    terhadap kemapanan ilmu pengetahuan.
    Belakangan ini Mandalajati Niskala ‘berantitesis’:
    “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA
    MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.
    Berbicara soal Gravitasi, banyak Para Akhli bertanya:
    “Bagaimana Jika Gaya Gravitasi Bumi Menghilang”?
    Menurut Mandalajati Niskala:
    “Pasti semua orang DENGAN MUDAH SEKALI dapat membayangkan sebuah
    keadaan yang akan terjadi jika Bumi kehilangan Gaya Gravitasi”.

    Kata Mandalajati Niskala jika ada pertanyaan seperti itu,
    SEBENARNYA PERTANYAAN KURANG MENARIK.
    Mungkin tiga pertanyaan dari Mandalajati Niskala di bawah ini
    cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    1) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    2) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    3) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?
    Pernyataan yang paling menarik dari Mandalajati Niskala sbb:
    1) Matahari tidak memiliki Gravitasi tapi memiliki ANTI GRAVITASI.
    2) Suhu di Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN,
    padahal kata Para Akhli di seluruh Dunia suhu Inti Matahari
    LIMA BELAS JUTA DERAJAT CELCIUS.
    3) Jumlah bintang di alam semesta adalah 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000
    4) Jumlah galaksi di alam semesta adalah 80.000.000.000.000
    5) Jumlah bintang di setiap galaksi sekitar 13.000.000.000.000

    Saya mendapat penjelasan dari Mandalajati Niskala,
    namun tentu tidak akan saya jelaskan kembali disini.
    Yang pasti Filsuf Sunda Mandalajati Niskala
    memiliki semua jawaban tersebut secara tuntas.

    Memang pernyataan Mandalajati Niskala membuat para akhli geleng kepala.
    Mandalajati Niskala pantas juga menyandang gelar
    Sang Pembaharu Dunia di Abad 21

    Selamat berfikir
    @Sandi Kaladia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: