Evolusi versus Penciptaan

fosil serangga2

Evolusionis mendakwa bahwa spesies-spesies terus berubah menjadi spesies-spesies lain. Tetapi, apabila kita membandingkan hewan hidup dengan fosilnya, kita akan dapat melihat bahwa ia tidak berubah sejak berjuta-juta tahun. Kenyataan ini merupakan bukti yang jelas akan kesilapan dakwaan evolusionis. Lebah hidup ini tidak berbeda dengan fosilnya, yang diperkirakan berusia berjuta-juta tahun. Fosil capung berusia 135 juta tahun ini juga tidak berbeda dari capung modern yang ada kini. Perbandingan di antara fosil semut berusia 100 juta tahun yang lalu dengan semut yang hidup kini, menunjukkan dengan jelas bahwa semut tidak mempunyai sejarah evolusi.

Berlawanan dengan evolusionis “… pada pertengahan Zaman Triassic (sekitar 175,000,000 tahun dahulu), hewan penyu telah banyak juga dan berada dalam keadaan karakter dasar penyu. Rantai kehidupan antara penyu dan cotylosaurs yang merupakan asal penyu, adalah hampir tidak ada sama sekali” (Encyclopaedia Brittanica, 1971, v.22, p.418). Tidak terdapat suatu perbedaan antara fosil penyu purba dan spesies penyu yang hidup hari ini. Kesimpulannya, penyu tidak pernah “berubah”, ia sentiasa menjadi penyu semenjak ia diciptakan.

Kehidupan muncul di bumi secara mendadak dan di dalam bentuk yang komplek. Apabila lapisan daratan bumi dan cetakan fosil pada bebatuan terus dikaji, didapati bahwa semua mahluk hidup itu telah muncul serentak. Lapisan bumi tertua yang telah ditemui adanya berbagai fosil kehidupan, ialah lapisan Cambrian, yang diperkirakan berusia 500-550 juta tahun dahulu. Kehidupan yang ditemui di lapisan Zaman Cambrian ini telah muncul secara mendadak dan ternyata terbukti di dalam cetakan-cetakan fosil bebatuan itu tidak terdapat sembarang mahluk nenek moyang perantara sebelumnya.
trilobit
Fosil-fosil yang ditemui di dalam bebatuan zaman Cambrian adalah kepunyaan siput, trilobit (trilobite), span (sponge), cacing tanah, ubur-ubur, landak laut, dan beberapa invertebrat (mahluk tidak bertulang belakang) kompleks lain. Mosaik luas organisma hidup yang ada daripada sejumlah makhluk-makhluk yang kompleks ini telah terbentuk dengan begitu mendadak sehingga peristiwa ajaib ini diberi gelar sebagai “Ledakan Cambrian” (Cambrian Explosion) di dalam ilmu Geologi.

Kebanyakan formasi kehidupan yang ditemui di lapisan ini mempunyai sistem-sistem yang kompleks seperti mata, insang, sistem perkumuhan, dan struktur fisik yang maju tidak berbeda dengan jenisnya yang moden. Sebagai contoh, lensa berkembar yang menyisir struktur mata trilobit adalah sebuah bentuk yang menakjubkan. David Raup, seorang profesor geologi di Universiti Harvard, Rochester dan Chicago, menyatakan: “trilobit- trilobit ini menggunakan sebuah bentuk optimum yang memerlukan seorang jurutera optik yang terlatih dan mempunyai daya imaginasi yang tinggi untuk membentuknya kini. Invertebrata-invertebrata komplek ini telah muncul secara mendadak dan sempurna tanpa ada sembarang rantai kehidupan atau formasi perantara di antara mereka dengan organisma-organisma bersel satu, yang merupakan satu-satunya bentuk hidupan di bumi sebelum mereka.

Richard Monartersky, editor majalah Earth Sciences, yang merupakan sebuah Media Cetak Evolusi yang populer, mengeluarkan pernyataan berikut berkaitan dengan “Ledakan Cambrian” yang menjadi kejutan bagi para Evolusionis: Setengah miliar tahun yang lalu, bentuk-bentuk hewan yang amat komplek yang dapat kita lihat kini telah muncul secara mendadak. Pada ketika ini, di awal Zaman Cambrian di Bumi, sekitar 550 juta tahun yang lalu, menandai ledakan evolusi yang memenuhi laut-laut dengan makhluk-makhluk pertama dunia yang kompleks. Film hewan-hewan besar hari ini telah ada pada Zaman Cambrian ini dan mereka berbeda di antara satu sama lain seperti sekarang.

Bagaimana bumi telah dilimpahi dengan sejumlah besar spesies-spesies hewan semuanya secara mendadak dan bagaimana jenis-jenis spesies yang berbeda tanpa moyang yang sama ini dapat muncul, adalah sebuah persoalan yang masih tidak dapat dijawab oleh evolusionis. Ahli zoologi Oxford, Richard Dawkins, salah seorang evolusionis yang terkemuka di seluruh dunia, mengeluarkan komentarnya terhadap kenyataan ini yang membatalkan argumentasi yang paling mendasar yang pernah dipertahankannya dahulu: Sebagai contoh lapisan batu Cambrian, jangka masanya sekitar 600 juta tahun yang lalu, adalah yang tertua di mana kita dapat menemui sebagian besar kelompok invertebrata yang pokok. Dan kita dapati kebanyakan telah berada pada peringkat evolusi yang maju sejak semula muncul. Seolah-olah mereka telah tumbuh di situ, tanpa sembarang sejarah evolusi. Tidak perlu dijelaskan lagi, bahwa kemunculan mendadak ini telah menerima teori Penciptaan sebagai prima kausa.

Seperti yang telah ditegaskan oleh Dawkins, Ledakan Cambrian adalah bukti penciptaan paling kokoh, karena hanya penciptaan yang dapat menjelaskan kemunculan bentuk kehidupan yang sempurna di muka bumi.  Douglas Futuyma, seorang ahli biologi evolusionis terkemuka, mengakui kenyataan ini dan menyatakan; “Organisme sebagaimana ia muncul di muka bumi dalam keadaan bentuk yang sempurna. Sekiranya tidak, pasti mereka telah berubah dari spesies-spesies pra-wujud oleh satu proses pengubahsesuaian. Sekiranya, mereka memang muncul dalam peringkat pembentukan yang sempurna, pasti mereka sebenarnya telah diciptakan oleh suatu kebijaksanaan yang amat luar biasa”.

Darwin sendiri menyadari kemungkinan ini ketika dia menulis; “Jika banyak spesies, kepunyaan genus atau keluarga yang sama, telah benar-benar hidup serentak, kenyataan ini akan menjadi suatu hal yang fatal bagi teori keturunan dengan pengubahsesuaian perlahan-lahan melalui pilihan semula jadi”.

Ledakan Cambrian tidak lain adalah “pukulan maut” terhadap teori Darwin. Karena itulah seorang ahli paleontologi evolusionis Swiss,  Stefan Bengston, mengakui kelemahan rantai perantara kehidupan ini ketika dia menguraikan Zaman Cambrian dan menyatakan; “Kekeliruan (yang memalukan) pada teori Darwin, dan kejadian ini masih mengerikan bagi kami”. Seperti yang dapat dilihat, rekord fosil telah membuktikan bahwa benda-benda hidup tidak berubah dari bentuk primitif ke bentuk yang lebih maju, tetapi sebaliknya telah muncul secara mendadak dan pada satu peringkat yang sempurna. Kesimpulannya, mahluk hidup tidak terwujud secara Evolusi, mereka telah Diciptakan.

Disarikan dari Evolution Deceit – Harun Yahya.
http://www.harunyahya.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: