Tukang Batu

Kota Tua Petra Yordan di bukit-bukit batu ajaran kaum Tsamud

Suatu ketika ada seorang tukang batu yang selalu tidak puas dengan dirinya dan dengan kehidupannya. Suatu hari ia melewati rumah pedagang kaya. Ia melihat banyak barang-barang indah dan tamu-tamu penting di rumah itu. Ia menjadi iri dan ingin bisa menjadi seperti pedagang itu.

Tukang batu itu terkejut karena tiba-tiba dirinya berubah menjadi pedagang kaya, menikmati kekayaan dan kekuasaan yang tidak pernah ia bayangkan, dan semua orang iri padanya. Tidak lama kemudian seorang pejabat tinggi lewat, ditandu di atas kursi mewah, diiringi bawahannya dan dikawal oleh pengawal yang membunyikan gong. Setiap orang, termasuk orang kaya sekalipun harus menunduk pada waktu pejabat itu lewat. Iapun akhirnya ingin menjadi pejabat tinggi.

Lalu tiba-tiba saja ia menjadi pejabat tinggi, ditandu kemanapun ia mau pergi, ditakuti dan dibenci oleh semua orang. Hari itu sangat panas, jadi sangat tidak nyaman ditandu. Ia melihat ke atas, ke matahari. Matahari tetap bersinar dengan terik tidak terpengaruh oleh kehadirannya. “Sungguh hebat matahari !” pikirnya. “Aku ingin menjadi matahari !”

Lalu ia menjadi matahari, bersinar terik pada semua orang, mengeringkan sawah, disumpahi oleh petani dan pekerja. Tetapi kemudian awan besar hitam menutupinya sehingga sinarnya tidak dapat sampai ke bumi. “Sungguh hebat awan itu,”pikirnya. “Aku ingin menjadi awan !”

Lalu ia menjadi awan, membuat banjir seluruh sawah dan desa, dibenci oleh semua orang. Tetapi ia mendapati dirinya didorong oleh suatu kekuatan, dan ia sadar bahwa itu adalah angin. “Sungguh hebat angin,” pikirnya. “Aku ingin menjadi angin !”

Kemudian ia menjadi angin, membawa terbang atap rumah, mengangkat pohon, ditakuti dan dibenci oleh semua yang ada di bawahnya. Tetapi setelah beberapa waktu, ia melihat sesuatu yang tidak bisa digerakkannya, seberapa kuat dihembusnya – yaitu sebuah batu yang sangat besar. “Sungguh hebat batu itu !” pikirnya. “Aku ingin menjadi batu !”

Lalu ia menjadi batu besar. ia lebih kuat dari apapun di dunia. Tetapi saat ia menjadi batu, ia mendengar suara palu sedang mengenai permukaan yang keras, dan ia merasa dirinya sedang dipalu. “Apa yang lebih kuat dariku ?” pikirnya. Ia melihat ke bawah dan melihat di bawah sana ada seorang tukang batu.

“Apakah Anda ingin menjadi tukang batu lagi ?” tanya suara tanpa rupa, sebelum tukang batu itu bangun dari mimpinya.

Akhirnya tukang batu itu sadar, ia harus menjadi dirinya sendiri. Kekecewaan dan ketidakpuasan itu hanya akan merusak dirinya sendiri, ia harus menyibukkan dirinya dengan pekerjaan untuk melupakan semua pikiran negatif itu.  Ia mulai memikirkan peralatan-peralatan yang mempermudah pekerjaannya atau mencari tahu karya apa saja yang dihasilkan dari batu,  seperti misalnya karya orang-orang dahulu kala yang bisa dibaca dalam Kitab Suci sbb:

Al Fajr 7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi [ Iram ialah ibukota kaum ‘Aad ]
Al Fajr 8:  yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu,  di negeri-negeri lain, 9: dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah.
[ Lembah ini terletak di bagian utara jazirah Arab antara kota Madinah dan Syam.  Mereka memotong-motong batu gunung untuk membangun gedung-gedung tempat tinggal mereka dan ada pula yang melubangi gunung-gunung untuk tempat tinggal mereka dan untuk tempat berlindung ].

Gambar diatas adalah bangunan-bangunan kota tua Petra Yordania abad 1 SM yang dibangun di bukit-bukit batu, konon pembangunannya diajarkan oleh kaum Tsamud.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: