Bencana Perang Irak


Pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat dan Inggris melepaskan rudal-rudal modern dan bom-bom ke Irak, untuk menggulingkan Saddam Hussein dan sampai sekarangpun bom-bom bunuh diri terus menerus mengguncang Irak,  pertanda sejarah peradaban manusia sedang dikubur dalam-dalam. Irak adalah negara Islam yang selama ini disebut sebagai the cradle of civilization (tempat lahirnya peradaban manusia).

Irak merupakan tempat lahir berbagai peradaban sejak zaman prasejarah. Peradaban telah maju dan berkembang di wilayah itu jauh sebelum adanya peradaban di Mesir, Yunani, dan Roma atau di bagian bumi manapun.

Asyur (Assiria atau Assyr’ia atau As’shur atau Assur) adalah negara kota yang kemudian tumbuh menjadi kerajaan (sekitar tahun 2000 SM) dengan ibu kota Ninive. Nama Asyur diambil dari nama salah satu anak Sem, anak Nabi Nuh. Wilayah kediaman keturunan Nabi Nuh adalah sekitar tempat berlabuhnya Kapal Nabi Nuh di bukit Judi, setelah surutnya bencana banjir yang dahsyat itu.

Huud 44. Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan[*] dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi [**], dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .”  [*]. Yakni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh a.s. dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.  [**]. Bukit Judi terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.

Para arkeolog bahkan selama ini berpendapat, Irak adalah situs arkeologi terbesar di dunia. Arkeolog dari University Chicago’s Oriental Institute, McGuire Gibson, pernah mengatakan, Irak itu jauh lebih penting dibanding Mesir sebagai warisan dunia (Iraq-Ancient Mesopotamia).

Irak, memang, ibarat buku sejarah, arkeologi, dan antropologi yang begitu tebal. Ia buku yang ditulis sejak dunia ini ada hingga masa datang. Cerita Irak adalah cerita tentang zaman kejayaan Kerajaan Sumeria di Mesopotamia, Assiria, dan Babilonia. Wilayah ketiga kerajaan itu termasuk dalam wilayah Irak sekarang.

Mesopotamia, misalnya, oleh sejumlah ilmuwan dianggap sebagai tempat dimulainya perjalanan sejarah. Kata Mesopotamia berarti tanah di antara dua sungai. Memang, wilayah yang dulu disebut Mesopotamia diapit Sungai Eufrat dan Tigris.

Mesopotamia juga diduga menjadi tempat beradanya Taman Firdaus, di mana, menurut Kitab Suci Perjanjian Lama, Adam dan Hawa hidup. Di bumi Mesopotamia pula berada Kota Ur, daerah Khaldea SM yang diyakini menjadi daerah asal Abraham (Nabi Ibrahim a.s., sekitar tahun 2000 SM) yang sering disebut sebagai “Bapak Orang Beriman” atau ”Bapak Para Nabi dan Rasul”, sebelum akhirnya pindah ke Palestina.

Al Anbiyaa’ 71. Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. Yang dimaksud dengan negeri di sini ialah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Tuhan memberkahi negeri itu artinya: kebanyakan nabi berasal dari negeri ini dan tanahnyapun subur.

Ada suatu sungai mengalir dari Eden (Firdaus) untuk membasahi taman itu, dan dari situ sungai tersebut terbagi menjadi empat cabang. Yang pertama namanya Pison, yakni yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila (Havila), di mana ada kandungan emas. Emas dari daerah itu baik; di sana ada damar harum dan batu krisopras (onyx). Nama sungai yang kedua adalah Gihon, yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kusy. Nama sungai yang ketiga adalah Tigris, yakni yang mengalir di sebelah timur Asyur. Sedangkan sungai keempat adalah Eufrat.

Menurut catatan sejarah, di Mesopotamia untuk pertama kalinya manusia mulai menciptakan kota. Di dalam kehidupan kota, warga Mesopotamia tidak lagi menganut sistem politik yang mengacu pada suku bangsa atau keluarga, melainkan masyarakat secara keseluruhan. Mereka mengembangkan cara hidup yang amat beraneka dan kompleks. Masyarakat Mesopotamia adalah masyarakat pertama yang mampu membangun pelbagai gedung megah, mulai dari candi hingga istana. Mulai dari peralatan tembikar hingga benda-benda emas dan perak.

Pada masa itu manusia mulai “menemukan” tulisan. Di zaman itu pula manusia mulai mengembangkan ilmu matematika, astronomi, linguistik, puisi, dan literatur, bahkan bir.

CERITA tentang Irak terus berlanjut menembus zaman. Bahkan, makin gemerlap setelah Bagdad didirikan oleh Abu Ja’far Al-Mansour dari Khalifah Islam Abasiah pada tahun 766. Catatan sejarah menunjukkan, Baghdad sangat populer dalam sejarah Islam, pada masa pemerintahan Harun al Rashid (786-809) dan anaknya, al-Ma’mun (813-833).

Pada masa itulah kehidupan intelektual Islam mencapai kejayaannya. Kontribusi para ilmuwan Islam pada masa ini bahkan kemudian menyebar ke seluruh dunia, termasuk Eropa. Hasil-hasil pemikiran mereka kemudian mempengaruhi lahirnya Renaissans di Eropa. Kisah Abu Nawas, tokoh lugu sekaligus cerdik, dalam cerita “1.001 Malam”, muncul di zaman pemerintahan Khalifah Islam Harun al Rashid.

Universitas Nizamiyah Bagdad adalah Universitas yang pertama di dunia, pendirinya adalah seorang Wazir (perdana menteri) kekalifahan Abbasiyah yaitu Nizamul Mulk (1018–1092). Dimana Imam Ghazali atau Abu Hamid Al-Ghazali  (1058-1128) pernah menjadi Rektor merangkap Penasehat Agung Kekalifahan Islam di Bagdad.

Oleh karena itu, ada yang berpendapat bahwa tidak ada tempat lain di muka Bumi ini yang begitu penting dan bermakna bagi penyelidikan sejarah peradaban manusia, selain di wilayah yang sekarang disebut Irak. Di sanalah manusia dahulu kala melahirkan dan mengembangkan peradaban manusia. Karena itu, mengunjungi Irak ibarat berziarah ke “tanah leluhur”. Tetapi sayang bencana perang dan kehancuran terus menerus melanda Irak hingga kini.

Sumber tulisan :
Prahara di Taman Firdaus (Trias Kuncahyono) Kompas 27 Maret 2003
Sejarah Islam dan Umatnya sampai sekarang, H. Zainal Abidin Ahmad, Bulan Bintang 1978.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: