Memadukan Kebahagiaan dan Kesehatan

Memadukan Kebahagiaan dan Kesehatan
oleh: Charles E. Donovan, III

Tepat lima tahun yang lalu, saya dirawat dengan Terapi System VNS (vagus nerve stimulator) di ruang bertirai ganda untuk penelitian stimulator saraf vagus untuk pengobatan depresi kronis. Saya belum pernah mendengar tentang saraf vagus, tapi saya sama sekali tidak rugi dan semuanya semata-mata keberuntungan. Tidak ada kata-kata yang memadai untuk dapat menggambarkan rasa syukurku atas bagaimana terapi ini mengubah hidup saya. Untungnya, perawatan terobosan medis ini telah disetujui FDA dan para pasienpun mendapatkan manfaat dari terapi yang luar biasa ini.

April 2006, Publikasi dari Pusat-pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kronis menerbitkan beberapa informasi yang sangat menarik tentang pentingnya memadukan perawatan untuk penyakit fisik dengan penyakit mental. Berikut adalah ringkasan dari kesimpulan dari studi itu:

Dua artikel review mengetengahkan banyak bukti bahwa gangguan mental dan penyakit fisik sangat kuat hubungannya. Penyakit fisik seperti penyakit jantung, diabetes, asma, dan kanker dikaitkan dengan penyakit mental; pada kondisi fisik yang lebih serius, akan semakin besar kemungkinan pasien mengalami penyakit mental. Individu dengan gangguan depresi hampir dua kali lebih mungkin menumbuhkan penyakit arteri koroner, dua kali lebih mungkin untuk mengalami stroke, lebih dari empat kali lipat kecenderungan memiliki infark miokard (MI), dan empat kali lebih mungkin meninggal dalam waktu 6 bulan dari suatu MI dibandingkan dengan orang tanpa gangguan depresi.

Depresi adalah kondisi paska stroke yang umum, dan pengobatan yang efektif pada depresi ini dapat meningkatkan fungsi kognitif dan kelangsungan hidup. Orang dengan diabetes dua kali lebih mungkin mengalami depresi sebagaimana umumnya, dan adanya depresi sebagai diakibatkan oleh diabetes terkait kurangnya kepatuhan terhadap tatacara pengobatan, komplikasi diabetes yang lebih besar, meningkatnya jumlah kunjungan ke ruang gawat darurat, dan lebih miskinnya fungsi fisik maupun fungsi mental.

Anggaran perawatan kesehatan menjadi lebih dari empat kali lebih besar bagi penderita diabetes yang memiliki depresi daripada bagi penderita diabetes yang tidak memiliki depresi. Gejala depresi dan kecemasan yang umum (hingga 50%) pada orang yang menderita asma. Kehadiran gejala depresi meningkat ketika frekuensi serangan meningkat. Individu dengan kanker umumnya memiliki gangguan mental, terutama depresi; pengobatan yang efektif depresi dikaitkan dengan penurunan rasa sakit dan gejala-gejalanya serta meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Menariknya, peningkatan tingkat hemoglobin pada penderita kanker dilaporkan memperbaiki gejala depresi, mengingatkan kita lagi tentang hubungan antara gangguan fisik dan gangguan mental.

Hubungan antara penyakit fisik dan penyakit mental meluas kepada perawatan-perawatannya, bukan hanya pada penyakitnya saja. Sakit kronis, penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson, epilepsi, dan obesitas merupakan kondisi lain di mana gangguan fisik dan gangguan mental berdampingan secara rutin dan di mana adanya gangguan mental mengganggu fungsi dan efektifitas manajemen penyakit.

Akhirnya, orang-orang dengan gangguan mental juga memiliki gangguan dalam fungsi sehari-hari dan memiliki kesulitan yang lebih besar mematuhi tatacara pengobatan, dan mengarah ke respons yang lebih minim. Selain itu, orang-orang dengan gangguan mental lebih mungkin untuk merokok dan menyalahgunakan alkohol dan obat-obatan, yang menyebabkan risiko lebih besar lagi mendapatkan gangguan fisik dan ketidakpatuhan terhadap perawatan fisik.

WHO telah mendefinisikan kesehatan sebagai “Keadaan yang lengkap daripada mental, fisik dan kesejahteraan sosial dan tidak semata-mata ketiadaan akan kelemahan atau ketiadaan penyakit”. Penyakit mental dan fisik terikat erat, dan memperbaiki yang satu akan meningkatkan yang lain.

Meningkatkan kesehatan mental dan kesehatan fisik akan meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial. Fakta mengatakan kepada kita apa yang sudah kita ketahui; kerja ke depan adalah untuk mengubah fakta menjadi praktek sehari-hari.

Satu-satunya yang disetujui FDA tentang pilihan perawatan jangka panjang untuk depresi kronis sekarang tersedia dan diperkenalkan kepada masyarakat psikiatri: vagus nerve stimulation. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang perawatan luar biasa ini di http://www.VagusNerveStimulation.com Suatu resep dari seorang dokter diperlukan untuk prosedur sembilan puluh menit untuk pasen berobat jalan.

Charles Donovan adalah seorang pasien dalam penelitian FDA tentang stimulasi saraf vagus sebagai pengobatan untuk perawatan depresi kronis maupun kambuhan. Ia dipasangi stimulator saraf vagus di bulan April 2001. Dia mencatat perjalanan hidupnya dari cengkeraman berat depresi berkat terapi stimulasi saraf vagus dalam bukunya: Out of the Black Hole: Pasient’s Guide to Vagus Nerve Stimulation and Depression. Di dalam bukunya ia mempersiapkan penderita depresi untuk membuat suatu keputusan prosedur sembilan puluh menit untuk pasien berobat jalan. Buku ini “harus dibaca” sebelum Anda mendiskusikan perawatan ini dengan psikiater. Dia adalah pendiri http://www.VagusNerveStimulation.com Web Site Bulletin.

dari http://e-healtharticles.com

2 Tanggapan

  1. salam bahagia..he eheheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: