Ekspansi Alam Semesta

Adz-Dzaariya (51)
-Ayat 47-
وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
With power did We construct the heaven. Verily, We are Able to extend the vastness of space thereof.

Wahyu menyatakan bahwa Langit masih terus berkembang atau Ekspansi Alam Semesta masih terus berkelanjutan.

Yusuf Ali:
With power and skill did We construct the Firmament: for it is We Who create the vastness of space.

Apakah alam semesta tidak terbatas? Atau apakah ia terbatas dalam suatu keadaan stabil? Dari sejak awal ini telah menjadi perdebatan antara para pemikir besar. Perdebatan panas dan proses pemikiran logis dari segala macam cara telah gagal untuk menjelaskan dilema ini. Ini telah menjadi subjek spekulasi filosofis sebelum dihasilkan posisinya sebagai sains pada ilmu fisika.

Sebagian dari pemikir besar berpendapat bahwa alam semesta adalah tidak dibatasi ruang, sedangkan yang lainnya menyatakan ada batas-batas yang dapat digambarkan. Al Qur’an menjelaskan ekspansi alam semesta terus menerus meluas dengan dinamis. Menurut keterangan ini, alam semesta memiliki aspek baru dimana setiap saat menyimpang dari konsep ruang yang terbatas; ekspansi yang terus-menerus menyelisihi konsep yang melahirkan alam semesta yang stabil.

Dengan demikian, al Qur’an mengemukakan alternatif yang ketiga, meninggalkan kontroversi panas dari para pemikir yang terkatung-katung dalam perdebatan.

Ini dapat memberi kontribusi kepada rumusan pertimbangan pikiran untuk bertanya, memeriksa apakah al Qur’an adalah wahyu Tuhan atau bukan. Di satu sisi, Muhammad tinggal di gurun, bukan seorang filsuf ataupun ahli fisika, dan, di sisi lain, asumsi dari para pemikir besar dan para filsuf seperti Aristotle, Ptolemy, Giordano Bruno, Galileo Galilei, Isaac Newton dll.

Hasil-hasil pikiran yang terbesar dalam sejarah, berdasarkan argumen pada pengamatan dan rumus-rumus mereka, baik yang mengklaim bahwa alam semesta memiliki batas-batas atau ia adalah ruang yang tak terbatas, tetapi tidak satupun dari mereka yang berpikir bahwa alam semesta itu sedang berkembang secara dinamis.

Sampai abad 20 ketika Edwin Hubble, dengan sebuah teleskop, menunjukkan bahwa alam semesta sedang berkembang. Teori ekspansi alam semesta pertama dikemukakan pada tahun 1920. Hingga turunnya al Qur’an tidak ada sumber lain yang dibuat untuk penegasan tersebut!

Orang kafir mendakwa bahwa al Qur’an adalah hasil pikiran Muhammad sendiri dan bukan wahyu dari Allah. Bagaimana kemudian orang-orang ingkar ini akan menjelaskan fakta bahwa Muhammad telah menjadi satu-satunya orang yang tahu akan perluasan jagat raya sebelum tahun 1920.

Penemuan Expansi Alam Semesta

Ada suatu perbedaan dalam fisika Newton. Newton percaya pada luas alam semesta yang tak bertepi dan alam semesta statis. Hukum gaya beratnya mengalami masalah. Bagaimana tubuh fisik, dalam rangka eons saling menentang daya tarik dan tidak roboh ke dalam kesatuan?

Formula yang dipikirkan oleh Einstein meninggalkan gagasan mutlak tentang ruang dan waktu sebagai poin-poin referensi untuk semua benda di alam semesta. Berdasarkan kajiannya pada rumus Einstein, Alexander Friedmann, seorang ahli fisika Rusia, menemukan bahwa alam semesta haruslah berkembang meluas. Georges Lemaître, seorang pastur Belgia, astronom dan kosmolog, merumuskan bahwa ekspansi alam semesta telah bermula dari sebuah ledakan perubahan besar dari suatu yang kecil, dari superatom awal, seperti suatu yang tumbuh dari sebuah biji pohon ek. Teori ini menjelaskan pengunduran dari galaxi-galaxi dalam kerangka teori relativitas umum Einstein. Ini ide yang sangat luar biasa bahkan Einstein memiliki masalah untuk menerimanya, meskipun faktanya semua ini berasal dari formula dirinya sendiri. Einstein, agaknya, menghitung fisika yang bukan dari keahlian khusus Lemaître, dan jagat raya adalah suatu yang tidak terbatas luas dan dalam keadaan stabil.

Teori Lemaître menyodorkan fakta bahwa alam semesta berkembang meluas. Tidak ada filsuf dan tidak ada ilmuwan sebelumnya berangkat dari ide ini. Kant telah mengatakan di dalam Critique of Pure Reason bahwa ini adalah sebuah teka-teki tak terpecahkan oleh kecerdasan manusia. Teori ini sesuai dengan segala hal dan menjelaskan segala alasan mengapa alam semesta tidak roboh meskipun ada gaya berat.

Kuncinya sesuai dengan loker. Itu adalah penjelasan yang benar dari teka-teki. Namun, pernyataan ini bertemu dengan reaksi berlawanan seperti biasanya: “Tidak, ini bukan merupakan kebenaran …”

Di luar lingkungan dari kontroversi tentang teori ini, Astronom Amerika Hubble, pada waktu yang sama, melakukan pengamatan dengan teleskop yang canggih di tempat pengamatan Mount Wilson. Ia mengamati bahwa galaxi yang mundur satu sama lain membuktikan bahwa alam semesta sedang berkembang. Dalam jawaban atas orang-orang yang mengatakan bahwa mereka tidak percaya pada apa yang mereka tidak saksikan dengan mata, penemuan Hubble menyebabkan pernyataan berikut: “Sekarang apa yang Anda lihat, Anda akan percayai itu.” Hubble menunjukkan ini dengan Efek Doppler. Bahwa panjang gelombang dari benda-benda angkasa yang surut akan memperpanjang spectrum gelombang cahaya dan akan bergeser ke merah, sementara, jika benda mendekati satu sama lain, panjang gelombang akan memendek, bergeser ke biru. Cahaya yang datang dari galaxi yang dialihkan ke merah menunjukkan bahwa galaxi-galaxi sedang surut.

Sejalan dengan pengamatan ini, Hubble menemukan sebuah hukum mengejutkan : kecepatan galaxi yang telah surut setara proporsional dengan jarak antara galaxi.

Lebih jauh galaksi berdiri, semakin banyak kecepatan surutnya. Hasilnya diuji lagi dan lagi. Di tahun 1950, Teleskop yang sangat besar telah terpasang di Gunung Palomar di Amerika Serikat, sebuah instrumen terbesar dari jenisnya yang ada. Kontrol dan Tes-tes baru membenarkan pengamatan. Pengukuran yang dibuat menunjuk kepada fakta bahwa penciptaan alam semesta terjadi sekitar 10-15 miliar tahun yang lalu.

Kedua-duanya Einstein dan Lemaître memiliki kepentingan dalam karya Hubble; Einstein, yang tidak setuju dengan Lemaître pada awalnya, akhirnya mengakuinya selama konferensi, bahwa Lemaître adalah benar.

Ia mengakui bahwa kegagalan mendukung temuan-temuan ini adalah kekeliruan besar dalam hidupnya. Oleh karena itu adalah kenyataan bahwa alam semesta sifatnya yang dinamis dan berkembang, dikonfirmasi oleh pengamatan, juga divalidasi oleh fisikawan besar Einstein.

Dalam contoh disajikan oleh Hubble dan Lemaître, kita lihat ilustrasi bagaimana fisikawan tiba pada kesimpulan baik dalam teori dan melalui pengamatan. Sementara Lemaître menunjukkan bagaimana dia telah membuat kesimpulan dari Rumus Einstein untuk memperkuat teori penemuan itu, Hubble menyajikan data dari pengamatan dan kesimpulan.

Seperti yang kita lihat, hasil yang diperoleh oleh ahli fisika adalah konsekuensi dari kumulatif dan kolektif pengetahuan dan penelitian. Pencipta hukum fisika yang memberikan jawaban dalam al Qur’an kepada isu-isu besar yang penting sepanjang sejarah manusia.

Presentasi Al Qur’an daripada fakta ilmiah mengenai ekspansi alam semesta adalah jelas, langsung, dan ringkas, tetapi berbeda dibandingkan dengan presentasi dari para ilmuwan, yang cenderung menjadi rumit dengan metode ilmiah dan dengan berbagai prosedur. Penyedia jawaban ini tidak harus melalui semua labirin para ilmuwan. Ekspansi alam semesta menurut metode al Qur’an sangat mudah, teguh dan eksplisit.

Asy-Syams (91)
-Ayat 5- . . .dan langit serta serta pembinaannya,

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And by the heaven and Him Who built it;

Yusuf Ali:
By the Firmament and its (wonderful) structure;

Sumber tulisan:
Al Qur’an, Salafidb
We live in an expanding Universe, Quranic Research Group

3 Tanggapan

  1. semua yang telah terjadi,,,yand sudah pernah terjadi,,dan yang akan terjadi…….sudah ada dalam al-qur’an…Allah telah memperingatkan kita,menuntun kita,,,dan memberikan kepada kita sebuah kitab yang akan membawa kita kepada kebahagiaan yang sejati….

  2. Dengan begitu tlah nyatalah kkuasaan Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: