Kelahiran Besi

Profesor Armstrong (ilmuwan NASA) yang terkenal itu, ketika ditanya mengenai ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan kajian angkasa yaitu mengenai besi dan bagaimana besi itu dibentuk. Maka katanya, para ahli sains baru saja menemui fakta-fakta mengenai proses pembentukan besi. Bahwa seluruh tenaga dalam sistem tata surya ini tidak akan mencukupi untuk membentuk walau hanya satu atom besi. Untuk membentuk satu atom besi diperlukan tenaga secara bersamaan dari empat kali keseluruhan tenaga dari sistim tata surya kita. Dengan kata lain, seluruh tenaga-tenaga daripada bumi, bulan, atau planet-planet lainnya tidak mencukupi untuk membentuk hanya satu atom besi yang baru.

Terlepas dari anggapan orang-orang ateis bahwa kita memaksakan agar Al Qur’an sejajar dengan sains, padahal kata mereka agama dan sains tidak akan dapat dipertemukan (silahkan anda ikuti forum ateis indonesia, ketik saja di Google, Yahoo dll).

Apanya yang dipaksakan, dimana dari 114 surat dalam Kitab Al Qur’an, kata BESI ini dijadikan nama surat ke 57 yaitu Al Hadiid. Angka 57 itu sendiri adalah salah satu nomor isotop besi. Untuk penjelasan lebih lanjut lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Isotopes_of_iron

“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)
Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:

And We brought forth iron wherein is mighty power (in matters of war), as well as many benefits for mankind ……

Yusuf Ali:

And We sent down Iron, in which is (material for) mighty war, as well as many benefits for mankind  …..

Berikut penjelasan dari Harun Yahya.com, kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat.

Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertebaran di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa, salah satunya tersedot oleh daya tarik bumi kita.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Tetapi meskipun kita kirim kepada orang-orang ateis itu segerobak ilmuwan yang beriman, mereka tidak akan mempercayai mukzizat abadi yang terdapat dalam Al Qur’an itu sebagaimana diterangkan dalam ayat tsb ini,

Al Baqarah (2) -Ayat 171-

Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja **. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti.

[**] Dalam ayat ini orang kafir disamakan dengan binatang yang tidak mengerti arti panggilan penggembalanya.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:

And the example of those who disbelieve, is as that of him who shouts to the (flock of sheep) that hears nothing but calls and cries. (They are) deaf, dumb and blind. So they do not understand.

Yusuf Ali:

The parable of those who reject Faith is as if one were to shout Like a goat-herd, to things that listen to nothing but calls and cries: Deaf, dumb, and blind, they are void of wisdom.

(Produced by SalafiDB http://salafidb.googlepages.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: