Omar Al Khayyam

Omar AL-Khayyam  (1044-1123 M)

Ghiyath al-Din Abul Fateh Omar Ibn Ibrahim al-Khayyam lahir di Nisyapur, Ibukota Provinsi Khurasan sekitar 1044 M. Dia menjadi Matematikawan Islam Persia, Astronom, Filsuf, Dokter dan Penyair, dan umumnya dikenal sebagai Omar Khayyam. Khayyam berarti pembuat tenda, dan walaupun secara umum dianggap sebagai orang Persia, tetapi  bisa saja ia adalah termasuk suku Khayyami keturunan Arab yang mungkin menetap di Persia.  Sedikit yang diketahui tentang kehidupan awalnya, kecuali fakta bahwa ia dididik di Nisyapur dan tinggal di sana dan sebagian besar hidupnya berada di Samarqand. Dia sejaman dengan Imam Ghazali dan Perdana Menteri Nizamul Mulk Tusi (pada Kekalifahan Islam Abbasiyah di Bagdad).

Bertentangan dengan peluang yang tersedia, ia tidak suka dipekerjakan di istana Raja dan menjalani hidup tenang dikhususkan untuk mencari ilmu pengetahuan. Dia pergi ke pusat-pusat besar pengajaran, Samarqand, Bukhara, Balkh dan Isphahan dalam rangka untuk belajar lebih lanjut dan bertukar pandangan dengan para ulama di sana. Sementara di Samarqand ia dilindungi oleh pejabat Abu Tahir. Dia meninggal di Nisyapur tahun 1123 M.

Aljabar tampaknya peringkat pertama di antara bidang-bidang dimana ia berkontribusi. Dia berupaya untuk mengklasifikasikan banyak persamaan-persamaan aljabar, termasuk persamaan derajat ketiga dan, pada kenyataannya, menawarkan solusi untuk beberapa dari mereka. Termasuk solusi geometris  persamaan kubik dan solusi geometris parsial pada kebanyakan persamaan lainnya.

Bukunya Maqalat fi al-Jabr wa al-Muqabila adalah karya besar aljabar dan telah sangat penting dalam pengembangan aljabar.  Klasifikasi luar biasa olehnya pada persamaan-persamaan didasarkan pada kompleksitas dari persamaan, semakin tinggi tingkat suatu persamaan, semakin banyak istilah, atau kombinasi dari istilah-istilah tersebut akan dikandungnya.

Jadi, Khayyam mengakui 13 bentuk berbeda persamaan kubik. Metode pada pemecahan persamaan geometris dan sebagian besar bergantung pada pilihan yang cerdik pada kerucut yang tepat. Dia juga mengembangkan ekspansi binomial ketika eksponen adalah bilangan bulat positif. Bahkan, ia telah danggap sebagai orang pertama yang menemukan teorema binomial dan menentukan koefisien binomial. Dalam geometri, ia belajar generalisasi Euclid dan memberikan kontribusi kepada teori garis-garis paralel.

Sultan Islam Saljuq, Maliksyah Jalal al-Din, memanggilnya ke observatorium di Ray baru sekitar 1074 dan menugasinya menentukan kalender matahari yang tepat. Ini telah menjadi penting dalam pandangan koleksi pendapatan dan urusan administrasi lainnya yang harus dilakukan pada waktu yang berbeda sepanjang tahun. Khayyam telah memperkenalkan sebuah kalender yang sangat akurat, dan dinamakan sebagai Al-Tarikh-al-Jalali. Itu kesalahan satu hari dalam 3.770 tahun dan dengan demikian bahkan lebih unggul dari kalender Georgia (kesalahan 1 hari dalam 3.330 tahun).

Kontribusinya terhadap bidang ilmu pengetahuan lainnya termasuk studi tentang generalisasi Euclid, pengembangan metode yang akurat untuk penentuan bobot, dll

Dalam metafisika, ia menulis tiga buku Risalah Dar Wujud dan baru-baru ini ditemukan Nauruz-namah. Ia juga astronom terkenal dan seorang dokter.

Selain sebagai seorang ilmuwan, Khayyam juga seorang penyair terkenal. Dalam kapasitas ini, dia telah menjadi lebih dikenal di dunia Barat sejak tahun 1839, ketika Edward Fitzgerald meterbitkan terjemahan bahasa Inggris-nya Rubaiyat (kuatrain). Ini telah menjadi salah satu yang paling populer dalam dunia sastra klasik. Harus dihargai bahwa hampir mustahil untuk persis menerjemahkan karya sastra apa pun ke dalam bahasa lain, apa yang harus dibicarakan tentang puisi, terutama ketika ia melibatkan hal-hal mistis dan pesan-pesan filosofis dengan kompleksitas mendalam. Walaupun demikian, popularitas terjemahan Rubaiyat akan menunjukkan kekayaan pemikirannya.

Khayyam menulis sejumlah besar buku dan monograf pada area diatas tadi. Dari ini, 10 buku dan tiga puluh monograf telah diidentifikasi. Dari jumlah tersebut, empat berkenaan dengan matematika, tiga fisika, tiga metafisika, satu aljabar dan satu geometri.

Pengaruhnya pada perkembangan matematika pada umumnya dan geometri analitis khususnya, telah sangat besar. Karyanya tetap di depan orang lain selama berabad-abad sampai masa Descartes, yang menerapkan pendekatan geometris yang sama dalam memecahkan cubics. Ketenarannya sebagai seorang ahli matematika telah dikalahkan oleh popularitasnya sebagai seorang penyair; namun kontribusinya sebagai seorang filsuf dan ilmuwan telah menjadi nilai penting dalam memajukan batas-batas pengetahuan manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: