LOLOS dari ketergantungan

LOLOS DARI KETERGANTUNGAN

Hampir semua orang didalam masyarakat menderita ketergantungan kepada sesuatu atau kepada banyak hal.

KETERGANTUNGAN kepada;  Rokok, Kopi, Alkohol, Narkoba, Obat-obatan, Makanan, Gula, Karbohidrat dll.

PROSES KETERGANTUNGAN: ketagihan untuk mencintai, berhubungan, melayani, memarahi, melawan, menarik diri, dan ketagihan terhadap benda-benda atau kegiatan-kegiatan seperti:

• Menonton TV • Computer / Internet • Kesibukan • Bergosip • Olahraga • Latihan • Tidur • Bekerja • Menghasilkan Uang • Menghabiskan Uang • Perjudian • Sex, Masturbasi, Pornografi • Belanja • Mengumpulkan Barang (koleksi)•  Merenung • Kritik Diri • Berbicara • Berbicara Banyak di Telepon•Membaca • Mengumpulkan Informasi (kalau saja aku cukup tahu aku akan merasa aman) • Meditasi • Agama • Kejahatan • Bahaya • Sexy, • Mempercantik diri.

Kita dapat menggunakan apa saja sebagai cara untuk menghindari perasaan dan menghindari tanggung jawab atas perasaan-perasaan menyakitkan kita. Setiap kali kita terlibat dalam suatu kegiatan dengan maksud menghindari perasaan kita, kita menggunakan aktivitas sebagai suatu kecanduan. Kita bisa menonton TV untuk bersantai dan menikmati program favorit kita, atau kita bisa menonton TV untuk menghindari perasaan kita. Kita bisa bermeditasi untuk berhubungan dengan Tuhan dan pusat diri kita, atau kita bisa bermeditasi untuk kebahagiaan dan menghindari tanggung jawab perasaan kita. Apa pun bisa menjadi suatu kecanduan, tergantung niat kita.

Sebagai contoh, ketika niat Anda adalah untuk mencintai diri dan pekerjaan Anda adalah sesuatu yang Anda benar-benar nikmati, maka bekerja tidak digunakan sebagai kecanduan. Namun ketika tujuannya adalah untuk mendapatkan persetujuan atau menghindari perasaan-perasaan menyakitkan, kemudian bekerja digunakan sebagai kecanduan. Hal yang sama berlaku untuk sebagian besar perilaku diatas – hal-hal itu dapat menjadi ketergantungan atau tidak, tergantung niat Anda.

Semua dari kita memiliki bagian yang terluka dari diri kita – diri kita yang terluka atau ego diri kita yang terluka – yang telah terprogram oleh banyaknya keyakinan palsu dalam tahun-tahun perkembangan diri kita.

Ada keyakinan salah yang umum yang paling mendasari ketergantungan, yaitu :
SAYA TIDAK BISA MENANGANI KEPEDIHAN.
Itu benar ketika kita masih kecil, dan itu tidak benar ketika Anda sebagai orang dewasa, namun banyak orang menganggap seolah-olah itu benar. Ketika Anda percaya bahwa Anda tidak mampu menangani rasa sakit, terutama rasa sakit yang dalam,. karena kesepian dan ketidakberdayaan, maka Anda akan menemukan banyak cara adiktif untuk menghindari rasa sakit Anda.

Semua dari kita mampu belajar bagaimana mengelola perasaan-perasaan menyakitkan dengan cara-cara yang mendukung kebaikan tertinggi kita, bukan berperilaku cara-cara adiktif yang malah akan lebih menyakiti diri kita.

Apa pun yang Anda lakukan untuk menghindari tanggung jawab untuk mengelola rasa sakit dengan meninggalkan diri Anda sendiri, akan menciptakan bahkan kepedihan yang lebih sakit – rasa sakit yang dalam di dalam kesendirian.

Apakah Anda meninggalkan diri Anda untuk suatu substansi, proses, atau orang, anak batin Anda – yang adalah perasaan anda pribadi – akan merasa ditinggalkan oleh pilihan Anda menghindari tanggung jawab atas perasaan Anda itu. Jika Anda punya anak yang sebenarnya yang berada dalam kesakitan, dan Anda  mabuk, Anda bukan berada di sana untuk anak itu, ia akan bahkan lebih sakit karena ditinggalkan. Hal ini persis sama pada tingkat batin Anda. Perilaku kecanduan adalah pengabaian diri sendiri dan menyebabkan sakit yang sangat bila Anda berusaha menghindarinya.

Adakah persamaan diri kita dengan sang bayi Musa, dimana sejak diri kita dilahirkan ada bantuan dan pertolongan, tetapi ada pula ancaman dan bahaya,  dan apabila kita meyakini akan adanya kasih sayang. asuhan dan pengawasan Allah dalam kehidupan kita ini, tentu kita akan  memperoleh kemenangan dan dapat meloloskan diri dari ketergantungan kepada segala sesuatu yang merusak diri kita.

Thaahaa (20) -Ayat 39-
Yaitu: “Letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil), maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir’aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku; dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,

Ingat, ketergantungan kepada sesuatu bisa berarti penghambaan diri kepada sesuatu tersebut. Maka ketergantungan yang hakiki hanyalah boleh kepada Allah semata.

Al Ikhlash (112) -Ayat 2-
اللَّهُ الصَّمَدُ
Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
“Allah-us-Samad (The Self-Sufficient Master, Whom all creatures need, He neither eats nor drinks).
Yusuf Ali:
Allah, the Eternal, Absolute;

An Nahl (16) -Ayat 53-
Dan apa saja ni’mat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
And whatever of blessings and good things you have, it is from Allah. Then, when harm touches you, unto Him you cry aloud for help.
Yusuf Ali:
And ye have no good thing but is from Allah. and moreover, when ye are touched by distress, unto Him ye cry with groans;

(Dr. M. Taqiud-Din, Dr. M. Khan dan Yusuf Ali adalah ahli tafsir al Qur’an kedalam bahasa Inggris yang telah diakui di dunia Islam)

Sumber Tulisan;
http://www.innerbonding.com oleh Margaret Paul, Ph.D
http://salafidb.googlepages.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: