Menjadi Muslim

Komplek Mesjid dan Sekolah Imam Buchori di Samarkand Uzbekistan

“ Sekitar 99% Muslim di AS bergelar Doctor, Master, Sarjana, dan sangat terdidik,”  cetus Imam Yahya Hendi, cendekiawan Muslim yang mengajar di Georgetown University.  Orang-orang Atheis beranggapan bahwa Agama itu tidak logis, tetapi justru di AS yang menjadi Muslim adalah kebanyakan orang-orang yang selalu bergumul dengan logika.

Prof. Alison membenarkan Islam, Namaku Arthur Alison, seorang Profesor yang menjabat Kepala Jurusan Teknik Elektro Universitas London. Sebagai orang eksak, bagiku semua hal bisa dikatakan benar jika masuk akal dan sesuai rasio. Karena itulah, pada awalnya agama bagiku tak lebih dari objek studi. Sampai akhirnya aku menemukan bahwa Al Quran, mampu menjangkau pemikiran manusia. Bahkan lebih jauh dari itu. Sehingga aku pun menjadi Muslim.”

Ustadzah Irene Handono dahulunya adalah seorang Biarawati yang lama belajar dalam kependidikan khusus pastur akhir. Suatu ketika beliau mendapatkan materi Islamologi, yang bertujuan ‘mengenalkan Islam’ yang semata-mata untuk melemahkan Islam.

Menurut pengajarnya Islam adalah agama orang-orang miskin, dan terbelakang, dengan mengambil sampel negara Indonesia.
Tetapi beliau membantah dengan argumen-argumen cerdas sbb. :
– Mexico adalah Negara miskin, dimana hampir seluruh mayoritas penduduknya adalah Kristen
– Mesir, disana kebanyakan majikan beragama Islam dan justeru
yang menjadi pembantu (khodimat) kebanyakan yang beragama Kristen
– Irlandia, terdapat konflik horizontal antara Khudustan dan
Katolik
– Italia, negara sumber mafioso yang justeru mayoritasnya
beragama Kristen

Akhirnya ia meminta izin kepada pengajarnya untuk mempelajari Islam lebih detail dari sumbernya, dan akhirnya disetujui. Awal pembelajarannya adalah membuka surah Al Ikhlas, dan ternyata disanalah akhirnya beliau mendapatkan hidayah, sehingga segera menjadi Muslim.

Seorang pendeta terkenal di Italia mengumumkan menjadi Muslim setelah menyaksikan jenazah raja Arab Saudi, Fahd bin Abdul Aziz, untuk kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal itu terjadi setelah ia melihat betapa sederhananya prosesi pemakaman jenazah yang jauh dari pengeluaran biaya yang mahal dan berlebihan.

Sang mantan pendeta telah mengikuti secara seksama prosesi pemakaman sang Raja yang bersamaan waktunya dengan jenazah yang lain. Ia melihat tidak ada perbedaan sama sekali antara kedua jenazah tersebut. Keduanya sama-sama dishalatkan dalam waktu yang bersamaan.

Pemandangan ini meninggalkan kesan mendalam tersendiri pada dirinya sehingga gambaran persamaan di dalam Islam dan betapa sederhananya prosesi pemakaman yang disaksikan oleh seluruh dunia di pekuburan ‘el-oud’ itu membuatnya masuk Islam dan merubah kehidupannya. Tidak ada perbedaan sama sekali antara kuburan seorang raja sebagai penguasa besar dengan kuburan rakyat jelata.

Sang Muslim baru yang mengumumkan keislamannya itu pada hari prosesi pemakaman jenazah berkata kepada Dr al-Malik, “Buku-buku yang kalian tulis, surat-surat kalian serta diskusi dan debat yang kalian gelar tidak bisa mengguncangkanku seperti pemandangan yang aku lihat pada pemakaman jenazah raja Fahd yang demikian sederhana dan penuh toleransi ini.”

Menjadi Muslim tak pernah terbayangkan oleh Craig. Keluarganya penganut Kristen Prebisterian yang sangat taat. Setelah bertahun-tahun merintis karir bisnis, ia memutuskan untuk belajar Bible di sekolah teologi di Princeton Theological Seminary.

Di saat yang sama, pria jangkung ini diam-diam mempelajari Islam dan Al-Quran. Setelah tidak men jadi pendeta, dan melakukan bisnis di Jakarta, Craig kembali tertarik belajar Islam. Waktu itu ia sering jalan-jalan di kampung miskin dan kumuh Muara Baru, Jakarta Utara. Putra pendeta Walter Owensby ini kemudian memelihara dan menyekolahkan beberapa anak asuh dari kampung itu.

Keputusan besar untuk bersyahadat diambil justru gara-gara anak asuhnya.Suatu subuh, ia terbangun oleh suara-suara di lantai atas rumah kontrakannya. Saat diperiksa, ia menemukan kelima anak asuhnya sedang shalat berjamaah. “Saya pikir, mereka ini bandel dan ‘gila’, tapi masih tetap shalat. Saya sendiri mau kemana?” katanya. Craig pun akhirnya menjadi Muslim.

Seperti menemukan tempat teduh setelah melalui pencarian yang panjang. Begitu Istan Liliana, mualaf asal Bucharest, Romania, menggambarkan kedamaian hatinya setelah menjadi Muslimah. Maka dengan tekad bulat, dara yang menyatakan keislamannya 18 bulan lalu itu medaftar sebagai calon jamaah haji Romania.

Tak sia-sia ia menguras seluruh tabungan yang dikumpulkannya sejak empat tahun lalu. “Bagi saya, haji adalah pengalaman spiritual yang sangat menakjubkan,” ujarnya. “Damai tak tergambarkan saat berada di tengah lautan jamaah di Tanah Suci Makkah.”

Apalagi saat berziarah ke makam Rasulullah SAW. Tak terasa air matanya jatuh. “Ini makam manusia agung yang membuat saya jatuh hati pada ajarannya dan memutuskan untuk menganut Islam,” ia mengisahkan.

Mengapa makin banyak saja publik Eropa yang menjadi Muslim? Media populer The Christian Science Monitor (CSM) pernah mencari jawabannya melalui sebuah survei yang digelar di beberapa negara Eropa tahun lalu. Hasilnya, sungguh bertentangan dengan anggapan orang selama ini.

Misalnya, banyak media melansir kebanyakan yang menjadi Muslimah adalah kaum wanita yang berpindah agama karena mengikuti agama suaminya (Islam). Kenyataannya, banyak juga kaum pria yang menjadi muslim. Alasan perkawinan juga merupakan faktor terkecil sebagai daya tarik menjadi Muslimah.

Jawaban yang paling sering diucapkan tentang alasan menjadi Muslim adalah: “Mencari kedamaian batin dan jawaban dari rusaknya tatanan moral di Barat”. Survei itu juga menyebutkan, sedikitnya 1.000 orang yang menjadi Muslim mencatatkan namanya di tiap negara Eropa setiap tahunnya. Tak perlu menunggu hingga satu dasawarsa untuk mencatat sejuta mualaf di Eropa.

Sumber tulisan;
Islam Digest Republika Senin, 14 Nopember 2011
dari Cerita Islami.pdf oleh Syihab, http://pesantren.net
Divisi Kajian Musholla Al Barokah Kamis, September 11, 2003
http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatakhbar&id=218
Republika Jumat, 05 Januari 2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: