Titik Awal Pengembaraan

Al Anbiyaa’
Ayat 30. Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Isi dari ayat ini  menegur orang-orang kafir yang mengabaikan keajaiban-keajaiban yang terlihat nyata. Pendirian dasar ateisme adalah bahwa materi tidak memiliki awal dan bahwa materi adalah hal yang telah menghasilkan segala sesuatu, baik benda hidup maupun benda mati, dengan secara kebetulan. Teori Big Bang membantah penegasan dasar dari ateisme ini dan memaparkan bahwa jagat raya dan waktu memiliki awal. Dan seperti yang tersirat oleh ayat diatas, fakta bahwa langit dan bumi adalah dalam keadaan suatu kesatuan sebelum mereka dipisahkan adalah sesuatu yang sangat masuk akal.

Tahun 1900-an adalah masa keberhasilan  banyak penemuan ilmiah. Masa itu  adalah masa di mana beberapa orang mencoba menunjukkan adanya kontradiksi antara ilmu pengetahuan dan agama.

Secara gegabah mereka bertindak mengikuti nafsu yang diakibatkan oleh kesejahteraan yang dihasilkan revolusi industri, sehingga banyak orang tersesat pada pemikiran materialisme. Baca lebih lanjut

Iklan

Kelahiran Besi

Profesor Armstrong (ilmuwan NASA) yang terkenal itu, ketika ditanya mengenai ayat-ayat Al Qur’an yang berkaitan dengan kajian angkasa yaitu mengenai besi dan bagaimana besi itu dibentuk. Maka katanya, para ahli sains baru saja menemui fakta-fakta mengenai proses pembentukan besi. Bahwa seluruh tenaga dalam sistem tata surya ini tidak akan mencukupi untuk membentuk walau hanya satu atom besi. Baca lebih lanjut

Beredar pada Orbitnya

Al Anbiyaa’ (21)

-Ayat 33-

Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang,   matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu  beredar di dalam garis edarnya.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:

And He it is Who has created the night and the day, and the sun and the moon, each in an orbit floating.

Baca lebih lanjut

Ekspansi Alam Semesta

Adz-Dzaariya (51)
-Ayat 47-
وَالسَّمَاء بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa.

Dr. M. Taqiud-Din & Dr. M. Khan:
With power did We construct the heaven. Verily, We are Able to extend the vastness of space thereof. Baca lebih lanjut

Peta Jagat Raya

perbandingan bumi, matahari dan proxima

Gambar diatas adalah perbandingan besar Matahari (bola merah) dengan besar bumi dan planet-planet lainnya. Maka marilah kita mulai membandingkan dengan benda-benda langit lainnya. Bintang terdekat dengan Matahari yaitu Proxima Alpha Centauri adalah 7.000 kali lebih jauh daripada tepi tata surya kita. Peta diatas menunjukkan bintang-bintang terdekat dan bintang Procyon berjarak 12,5 ly dari kita.

Baca lebih lanjut

Penjelajahan Jagat Raya

Rencana Menara Dubai 709 Meter 160 lantai

Rencana Menara Dubai 709M 160 lantai

Teori Jagat Raya sudah sangat jauh, padahal ternyata manusia bisa dikatakan baru sejengkal saja dalam menembus cakrawala. Tetapi salut kepada Lapan yang telah dapat membuat  dan menempatkan satelit Palapa-D yang diluncurkan dengan roket China.

ROBERT D McFadden dalam catatannya di harian New York Times Feb-2003, mengatakan, program ruang angkasa Amerika selama 44 tahun ibarat siklus “kemenangan dan tragedi”. Kemenangan itu berasal dari penerbangan berawak yang mengitari Bumi di awal era dan mendarat di Bulan, sementara tragedi berasal dari ledakan-ledakan yang menewaskan astronot, membumbungnya biaya dan KORUPSI, Baca lebih lanjut

Upaya Materialisme

Menara Guangzhou China 515 M 131 lantai selesai 2010

Menara Guangzhou China 515 M 131 lantai selesai 2010

Upaya Keras Paul Davies Untuk Mendukung Teori “multiverse” (jagat Raya Jamak) Karya : Harun Yahya

Dalam terbitannya tanggal 12 April 2003, The New York Times memuat tulisan ahli astrofisika terkenal Paul Davies berjudul “A Brief History of the Multiverse” [“Sejarah Singkat Teori Multiverse (Jagat Raya Jamak)”]. Dalam tulisan ini, Prof. Davies berupaya mempertahankan pernyataan bahwa terdapat kemungkinan adanya jagat raya berjumlah tak hingga, dan jagat raya kita telah secara kebetulan menjadi cocok bagi adanya kehidupan. Ini adalah pernyataan terbaru yang telah digunakan kalangan pemikir materialis untuk mengelak ketika mendapati adanya perancangan sangat cermat dan sempurna di alam semesta.

Kami pertama-tama perlu menjelaskan mengapa para materialis membuat pernyataan seperti ini: selama ribuan tahun, agama-agama samawi dan berbagai filsafat yang mengakui keberadaan Tuhan Baca lebih lanjut