Harga rokok $ 12

matikan rokok anda

Walikota New York Michael R. Bloomberg tahun lalu menandatangani RUU tentang menaikkan pajak rokok kota menjadi $ 1,50 per pak. Para pejabat kota dan penentang rokok mengatakan kenaikan tersebut akan menjadikan New York sebagai penarik pajak rokok tertinggi di negara ini dan mendorong harga beberapa merek menjadi lebih dari $ 7 per pak, bahkan harga Marlboro Red mencapai $ 12.

“Ini mungkin ukuran yang paling penting dalam pemerintahan saya yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa orang,” kata Mr Bloomberg sebelum menandatangani RUU itu selama public hearing minggu pagi yang tidak biasa di City Hall.

Saatnya diperlukan agar hukum ini segera berlaku. Baca lebih lanjut

Iklan

Perokok Indonesia

perokok indonesia
Tahun 2008 WHO menetapkan Indonesia sebagai negara perokok terbesar ke-3 di dunia. Lebih 60 juta perokok terjerat adiksi nikotin. Konsumsi rokok pada 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok perhari-nya, senilai Rp 330 miliar dibelanjakan perokok dalam satu hari. Menghabiskan Rp 180 triliun untuk biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau atau 5,1 kali lipat pendapatan negara dari cukai rokok. Baca lebih lanjut

Perokok Anak-anak dan Remaja

Malam Hari di Singapura

Malam Hari di Singapura


”Anak-anak dan remaja menjadi perokok bukan tanpa alasan. Mereka menjadi target promosi dari industri rokok secara intensif. Kita sudah mengetahui hal ini selama beberapa dekade, tapi selalu kalah menghadapi industri rokok dan para pelobi mereka.

Tahun 1994 para CEO industri rokok pertama kali dihadirkan di Kongres dan mereka membantah bahwa tembakau itu mematikan, nikotin itu adiktif, atau bahwa perusahaan mereka membidik anak-anak dan remaja. Mereka menghabiskan miliaran dollar AS untuk lobi dan iklan guna membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa semua itu adalah kebohongan. Namun, kini, 15 tahun kemudian, kampanye mereka gagal. Hari ini perubahan telah tiba di Washington”. Demikian pidato Presiden Barack Obama Baca lebih lanjut

Kebanggaan Berhenti Merokok

Kota Suci Mekah tahun 1953

Kota Suci Mekah tahun 1953

Masih dalam Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia tanggal 31 Mei, saya mendengarkan dokter RSIA Harapan Kita yaitu kalau tidak salah Nara Sumber bernama Dr. Hasnah Siregar SPOG berbicara mengenai pengaruh merokok terhadap kandungan di RRI Pro3, ternyata banyak penilpon dari berbagai penjuru Nusantara yang menyatakan dirinya perokok berat, yang rata-rata menyatakan bahwa mereka sudah tidak dapat berhenti merokok karena faktor kecanduan rokok yang berat.

Nara sumber menjawab bahwa kita itu tergantung diri kita sendiri, kita bisa merubah program yang ada pada otak kita untuk berhenti merokok, seperti kita dapat setting program komputer sesuai dengan kehendak kita. Baca lebih lanjut

Rokok Penyebab Kemiskinan

Jamaah Haji Tahun 1953 didepan Ka'bah

Jamaah Haji Tahun 1953 didepan Ka'bah

3/4 dari perokok adalah rakyat miskin, dimana mereka bahkan sudah menganggap bahwa merokok adalah kebutuhan pokok dibawah beras, ditambah dengan kurangnya pendidikan sehingga mereka tidak memperhatikan kesehatan. Merokok menggerus belanja mereka, menggerus biaya kesehatan dan biaya pendidikan anak-anak mereka. Belanja rokok mengurangi investasi usaha mereka yang kecil, belanja rokok menurunkankan produktifitas kerja mereka karena keadaan serba kekurangan yang ditimbulkannya. Baca lebih lanjut

Hari Tanpa Tembakau Sedunia

Taman di kota Paris

Taman di kota Paris

WHO mencanangkan tanggal 31 Mei 2009  Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Tujuannya adalah agar setiap negara berlomba-lomba mengendalikan kegiatan merokok. Tetapi ternyata bahwa negara kita merupakan Negara ASEAN “terlonggar” dalam pengendalian rokok. Dalam memperingati Hari Tidak Merokok Seduniapun hanya sebatas himbauan tidak merokok selama satu hari di tempat-tempat umum.

Di sisi lain jumlah perokok muda (anak sekolah/remaja) dan angka kematian perokok di Indonesia semakin meningkat tajam.  Menurut data dari PDPERSI (Pusat Data Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Hasil penelitian menunjukkan hampir 70% perokok Indonesia mulai merokok sebelum mereka berumur 19 tahun. Survei pada anak-anak sekolah usia 13-5 tahun di Jakarta menunjukkan bahwa lebih dan 20% adalah perokok tetap dan 80% di antaranya ingin berhenti merokok tetapi tidak berhasil. Ternyata Indonesia menduduki peringkat pertama untuk  jumlah perokok muda  se Asia Pasifik. Baca lebih lanjut